JAKARTA, DISWAY.ID – Kendala akses distribusi akibat bencana alam di wilayah Sumatera Bagian Utara sempat memicu kekhawatiran warga akan kelangkaan bahan bakar.
Namun, PT Pertamina (Persero) bergerak cepat memberikan jaminan bahwa ketersediaan BBM maupun LPG di wilayah Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
BACA JUGA:Isi Ancaman Hesti Purwadinata Usai Beri Dukungan Aurelie Moeremans Jadi Korban Grooming: Tunggu 1x24 Jam Tempuh Jalur Hukum
BACA JUGA:Gus Irfan Ungkap Babak Baru Haji Indonesia, Ramah Perempuan dan Profesionalisme Petugas
Sekretaris Perusahaan Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan bukanlah ketersediaan produk, melainkan jalur distribusi yang sempat terhambat karena kondisi alam yang tidak normal.
Meski beberapa titik akses jalan sempat terputus, Pertamina telah mengaktifkan skema distribusi darurat untuk memastikan pasokan tetap mengalir ke masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok BBM dan LPG semua dalam kondisi aman. Memang jalur distribusi sempat mengalami kendala karena situasi yang tidak normal, namun kami sudah menjalankan jalur alternatif untuk mendorong pasokan energi," ujar Arya saat konferensi pers di kantor BNPB, Minggu 11 Januari 2026.
Di Sumatera Utara, dampak bencana sempat dirasakan oleh sejumlah lembaga penyalur. Tercatat sebanyak 63 SPBU, 84 agen LPG, dan 5 stasiun pengisian elpiji (SPBE) di wilayah ini sempat terdampak operasionalnya.
BACA JUGA:FULL TIME: Persib 1-0 Persija, Maung Bandung Juara Paruh Musim Super League!
Namun, berkat penanganan yang intensif, seluruh fasilitas tersebut kini telah kembali beroperasi normal.
“Untuk Sumatera Utara, sebagaimana yang dapat dilihat, semua sudah kembali 100 persen. Walaupun ada akses yang sempat terputus, kami langsung melakukan pengalihan pasokan (RAE) agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tambahnya.
Penyaluran energi di Sibolga kini didukung penuh oleh instalasi terminal dari Dumai, Siantar, hingga Teluk Kabung.
BACA JUGA:Injak Betis Bekham, Bruno Tubarao Diganjar Kartu Merah: Persija Tertinggal 1-0 atas Persib
Strategi ini memanfaatkan keberadaan 17 terminal BBM dan 7 stasiun pengisian LPG yang tersebar di wilayah Sumatera Bagian Utara sebagai benteng pertahanan energi.
"Ini menjadi penguat kita. Jika satu titik terhambat, kita bisa menutupi kebutuhan tersebut dari wilayah sekitar. Dukungan instalasi terminal ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas distribusi di lapangan," jelas Arya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469651/original/030934700_1768144054-IMG_3115.jpeg)

