Iran, VIVA – Pejabat senior Iran sekaligus tokoh ideolog kenamaan, Hassan Rahimpour Azghadi mengungkap bahwa Iran harus menangkap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sama seperti tindakan yang dilakukan Trump terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Pernyataan ini disampaikan Hassan sebagai respon atas sikap Washington terhadap aksi protes di Iran.
“Melihat sikap Trump, segala bentuk operasi di wilayah Amerika Serikat di semua negara bagian dan kota, termasuk operasi yang bersifat merusak seperti yang mereka lakukan di sini bisa dianggap sah… terhadap pejabat Amerika dan pihak-pihak yang terkait dengan mereka,” kata Azghadi dikutip dari lanan Iran International, Senin 12 Januari 2026. Dia menambahkan bahwa
Donald Trump harus membayar konsekuensi atas tindakannya, baik selama menjabat maupun setelah masa jabatannya berakhir
“Iran harus melakukan (penangkapan) terhadap Trump seperti yang mereka lakukan terhadap Maduro. Trump harus membayar atas tindakannya, baik saat masih menjabat maupun setelah masa kepresidenannya berakhir, dan secara pribadi saya berharap Trump bisa ditangkap,” kata dia.
Sebagai informasi, selama dua pekan terakhir ini, Iran kembali diguncang gelombang unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh kemerosotan tajam ekonomi dan keterpurukan mata uang Iran. Protes yang bermula dari tuntutan ekonomi kini berkembang menjadi kritik tajam terhadap pemerintah.
Unjuk rasa yang telah terjadi sejak akhir Desember 2025 lalu juga emmakan korban jiwa. Berdasarkan data dari Kelompok Hak Asasi Hengaw dilaporkan setidaknya 25 orang tewas termasuk empat orang diantaranya adalaha anak-anak di bawah umur. Sementara itu jaringan aktivis HRANA menyebut angka setidaknya 29 korban tewas dan 1.203 orang ditangkap hingga 5 Januari.
Menyusul dengan gelombang protes besar-besaran yang terjadi di Iran sejak beberapa waktu belakangan ini juga memantik Donald Trump ikut memberikan peringatan ancaman terhadap negara tersebut. Disebut Trump pada Jumat 9 Januari lalu pihaknya tak segan akan turun tangan membantu para pengunjuk rasa.
“Sebaiknya kau jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak. Saya hanya berharap para demonstran di Iran akan aman, karena itu adalah tempat yang berbahaya saat ini,” kata Trump dilansir dari lanan Reuters, Senin 12 Januari 2026.




