Balas Ultimatum Trump, Presiden Kuba: Tidak Ada yang Bisa Mendikte Kami!

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Kuba, Miguel Díaz-Canel, memberikan jawaban menohok atas tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendesak Havana untuk segera melakukan kesepakatan dengan Washington. Díaz-Canel menegaskan Kuba adalah negara merdeka dan berdaulat yang tidak akan tunduk pada perintah pihak asing.

"Tidak ada yang bisa mendikte apa yang kami lakukan," tegas pemimpin Kuba tersebut melalui unggahannya di media sosial X pada Minggu waktu setempat.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap negara komunis tersebut. Trump memberikan "saran kuat" agar Kuba segera membuat kesepakatan dengan AS, sembari memberikan ancaman bahwa Kuba tidak akan lagi menerima aliran dana maupun minyak dari industri energi Venezuela.

Kuba Tegaskan Hak Kedaulatan 

Díaz-Canel menuduh Amerika Serikat telah melakukan agresi terhadap negaranya selama puluhan tahun. Ia menyatakan mereka yang memandang segala sesuatu sebagai urusan bisnis, termasuk nyawa manusia, tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

"Kuba tidak melakukan agresi; ia telah diagresi oleh Amerika Serikat selama 66 tahun, dan ia tidak mengancam; ia bersiap, siap membela Tanah Air hingga tetes darah terakhir," tulis Díaz-Canel.

Senada dengan sang presiden, Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, juga bersuara keras. Ia menyatakan negara Karibia tersebut memiliki "hak mutlak" untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi manapun tanpa adanya tekanan dari pihak Amerika Serikat.

Tuduhan dan Balasan Diplomatik

Ketegangan ini semakin meruncing setelah Trump menuding Kuba menyediakan "layanan keamanan" bagi rezim Venezuela sebagai imbalan atas pasokan minyak dan uang. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Rodriguez, yang justru berbalik menyerang perilaku politik luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump.

"AS berperilaku seperti hegemon kriminal dan tidak terkendali yang mengancam perdamaian dan keamanan, tidak hanya bagi Kuba dan belahan bumi ini, tetapi bagi seluruh dunia," ujar Rodriguez.

Langkah Trump yang mencoba memutus jalur pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba menandai babak baru dalam konfrontasi diplomatik kedua negara. Dengan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS baru-baru ini, Washington kini berada dalam posisi yang lebih agresif dalam menekan sekutu-sekutu dekat Venezuela di kawasan Amerika Latin, termasuk Kuba.

Hingga saat ini, pihak Havana menunjukkan sikap tidak akan mundur, meskipun ancaman penghentian total pasokan energi dari Venezuela dapat memicu krisis ekonomi yang lebih mendalam di pulau tersebut. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emiten Emas Diramal Ketiban Untung Efek Tensi Geopolitik Memanas
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Persebaya Taklukkan Malut United dengan Skor 2 – 1
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang, Fokus Penguatan Industri dan Hilirisasi Nasional
• 1 jam laludisway.id
thumb
Pramono soal Anggaran Rp 100 Miliar Pembongkaran Monorel: Bukan Cuma Bongkar, Tapi Penataan dan Perbaikan Jalan
• 38 menit laluliputan6.com
thumb
7 Fakta Terbaru yang Diungkap Kuasa Hukum Ressa Rizky Usai Gugat Denada
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.