Prabowo Bakal Resmikan Proyek Kilang Minyak Terbesar RI Hari Ini

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11/1. (Instagram/Seretariat.kabinet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026). Proyek ini merupakan salah satu proyek strategis nasional dan merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia.

Rencana peresmian tersebut terungkap melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet atau @sekretariat.kabinet. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menggelar rapat terbatas pada Minggu (11/1/2026) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Adapun dalam rapat itu, membahas sejumlah agenda strategis, salah satunya persiapan peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.


Baca: Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Tekstil Hingga Chip

"Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026," tulis sekretariat.kabinet, Senin (12/1/2026).

Sebagaimana diketahui, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Proyek strategis ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi, meningkatkan kemandirian industri migas nasional, menambah nilai ekonomi sumber daya dalam negeri, serta memperkokoh ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Adapun, sejumlah tonggak penting proyek RDMP Balikpapan telah berhasil diselesaikan. Di antaranya, uji coba kapasitas Unit Penyulingan yang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu bph.

Selain itu, proyek juga telah menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, yang memungkinkan penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Proyek RDMP Balikpapan juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta keberhasilan pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.

"Hari ini akan dilakukan pengoperasian awal Unit RFCC Complex. Untuk memohon kelancaran proses tersebut, kami melaksanakan kegiatan doa bersama agar tahapan-tahapan yang akan dilalui bisa berjalan aman dan lancar," kata Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani, dikutip Senin (5/1/2026).

Milla menambahkan, Proyek RDMP Balikpapan sebagai langkah untuk meningkatkan desain kapasitas kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, dan akan menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG yang seluruhnya memenuhi standar emisi setara Euro V.

"Proyek RDMP juga nantinya akan menghasilkan tambahan kapasitas produksi mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, menjadikan kilang Balikpapan sebagai penggerak utama program transisi energi bersih di Indonesia," kata Milla.

Adapun, terlaksananya proyek RDMP tidak lepas dari dukungan pemerintah, melalui penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional, dalam mendukung swasembada energi nasional, memperkuat hilirisasi industri, serta memastikan Pertamina menjadi tulang punggung transformasi energi Indonesia menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun. Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.

"Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan," tutup Milla.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bahlil Ungkap Kilang Minyak Terbesar Bakal Diresmikan Prabowo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
11 SPBU Dibom di Tiga Provinsi Perbatasan Thailand Selatan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkot Jakbar Siapkan Relokasi Warga Kalideres ke Rusunawa, Pelaksanaan Dimulai 17 Maret 2026
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Trump Tegaskan Kuba Tak Akan Lagi Terima Uang atau Minyak dari Venezuela
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
K-pop Jadi Inspirasi Olahraga Modern di Jakarta
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga Surabaya Diminta Laporkan Premanisme dan Mafia Tanah ke Satgas
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.