JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah dominasi beton dan megahnya Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, lahan pertanian milik warga masih bertahan dan menjadi sumber penghidupan belasan petani.
Di sekitar stadion bertaraf internasional itu, hamparan sayur-mayur tumbuh berdampingan dengan rel kereta, rusunawa, hingga danau, menghadirkan oase hijau di jantung kota.
Di sisi kiri JIS, tepatnya di dekat rel kereta api dan Jalan RE Martadinata, warga memanfaatkan area depan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kampung Bayam untuk bertani aneka sayuran dan buah-buahan.
Sementara itu, di sisi kanan JIS arah Danau Cincin, terdapat lahan milik perusahaan swasta yang juga digarap warga dari berbagai daerah sebagai area pertanian.
Baca juga: Bertani di Samping Stadion Internasional, Petani Sayur JIS Raup Pendapatan di Atas UMR
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=indepth, pertanian perkotaan, Jakarta International Stadium, lahan pertanian, in depth, pertanian dekat JIS, tanah asin&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8wODA2NDcxMS9iZXJ0YW5pLWRpLXNhbXBpbmctamlzLXBldGFuaS1zYXl1ci1iZXJndWxhdC1kZW5nYW4tdGFuYWgtYXNpbi1kYW4tYmFuamly&q=Bertani di Samping JIS, Petani Sayur Bergulat dengan Tanah Asin dan Banjir§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memastikan pemanfaatan lahan pertanian di sekitar JIS telah mendapatkan izin dari pemilik lahan.
"Lahan pertanian yang terletak di samping Jakarta International Stadium (JIS) merupakan lahan milik PT Permata Hijau yang saat ini dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Sayur Berkah untuk menanam komoditas hortikultura berupa sayuran daun dan buah," ucap Hasudungan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Menurut Hasudungan, hingga kini lahan tersebut belum digunakan oleh pengembang sehingga para petani diperbolehkan melakukan budidaya sayuran.
Aktivitas pertanian itu diizinkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan harian warga sekitar sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi kelompok tani.
Meski berada di atas lahan milik swasta, para petani tetap berada dalam pembinaan Dinas KPKP DKI Jakarta.
Berbagai bantuan telah diberikan untuk mendukung aktivitas pertanian tersebut, mulai dari benih sayuran daun dan buah, pupuk, media tanam, hingga sarana produksi pertanian seperti cangkul.
Baca juga: Oase Hijau di Tengah Beton Jakarta, Lahan Pertanian Bertahan di Samping JIS
Belasan petani menggantungkan hidupSalah satu petani yang menggantungkan hidup di lahan samping JIS adalah Hendi (30), warga asal Indramayu. Ia telah hampir 10 tahun bertani di kawasan tersebut.
"Sudah lama, sejak tahun 2016-an lah. Saya juga dulunya petani juga di kampung. Dulunya saya ke sini karena ikut mertua ke sini, dia lebih dulu," kata Hendi saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Jumat.
Selain dirinya, terdapat 14 petani lain yang menggarap lahan milik perusahaan tersebut. Total luas lahan pertanian mencapai sekitar dua hektare dan telah dibagi sesuai batas masing-masing petani.
Besaran lahan yang dikelola bergantung pada biaya sewa yang dikeluarkan setiap bulan. Rata-rata petani membayar sewa sekitar Rp750.000 hingga Rp 1 juta per bulan yang dibayarkan kepada salah satu warga sekitar.




