Bulog Pastikan Stok Beras SPHP Tersedia Sepanjang Tahun 2026

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews _ Jakarta

Penyaluran ditargetkan mencapai 1,5 juta ton guna menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Perum Bulog mengumumkan komitmen strategis untuk menjamin ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tanpa jeda sepanjang tahun 2026, Melalui perombakan total pola distribusi guna menghindari kelangkaan stok yang kerap terjadi pada periode sebelumnya.

Dengan target penyaluran sebesar 1,5 juta ton, perusahaan negara ini memastikan intervensi harga di pasar akan dilakukan secara berkesinambungan sejak Januari hingga Desember. 

Strategi ini diharapkan mampu meredam fluktuasi harga pangan di tingkat konsumen secara lebih efektif.

Baca Juga: Sepekan Presiden Prabowo: Fokus Hilirisasi, Swasembada, dan Reformasi Hukum

Transformasi Pola Distribusi

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kendala utama pada tahun-tahun sebelumnya adalah pola distribusi yang terfragmentasi. 

Sebagai catatan, pada tahun 2025, penyaluran SPHP sempat terhenti pada medio April sebelum baru berlanjut kembali di bulan Agustus. Hal ini mengakibatkan realisasi penyaluran hanya mencapai 802.939 ton, jauh dari target yang ditetapkan.

"Harapan kami ke depan, penjualan SPHP ini berjalan sepanjang tahun dari Januari sampai Desember, jadi tidak ada yang terputus," ujar Rizal saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Minggu 11 januari 2026.

Selain memperbaiki lini masa penyaluran, Bulog tengah melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk meninjau aturan pembelian. 

Muncul wacana untuk merelaksasi batasan pembelian agar masyarakat dapat memperoleh lebih dari dua kemasan beras SPHP per orang, guna mempermudah akses pangan berkualitas.

Target Ambisius Swasembada Pangan

Sejalan dengan visi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Bulog telah menetapkan sejumlah target operasional untuk tahun 2026 yang meliputi:

  • Pengadaan Domestik: Penyerapan gabah petani lokal ditargetkan mencapai 4 juta ton setara beras.
  • Komoditas Jagung & Kedelai: Melalui sinergi dengan Polri, Bulog membidik penyerapan 1 juta ton jagung dan 70 ribu ton kedelai.
  • Minyak Goreng: Penyaluran 720 ribu kiloliter Minyakita dengan harga terjangkau.
  • Ekspansi Pasar: Target penjualan 2,5 juta ton beras di pasar komersial serta rencana ekspor sebanyak 1 juta ton.

Baca Juga: Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api KAI Tembus 694 Ribu

Ketahanan Stok Awal Tahun

Pemerintah turut memastikan transisi anggaran penyaluran dari tahun 2025 ke 2026 berjalan mulus melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). 

Skema ini memungkinkan akselerasi sisa target SPHP tahun lalu hingga akhir Januari, sebelum program tahun 2026 dimulai secara resmi pada 1 Februari.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa posisi ketahanan pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat. 

Data proyeksi menunjukkan stok beras awal tahun mencapai 12,53 juta ton, yang tersebar di gudang Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penggilingan, hingga rumah tangga.

"Stok beras kita melimpah. Dengan adanya beras SPHP ini, masyarakat dapat memperoleh akses beras berkualitas dengan harga yang terjaga," pungkas Sarwo Edhy.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ratnawati Arif Resmikan Portal Parkir Elektronik, Sinjai Menuju Tata Kelola Modern
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pendar Pemain Indonesia di Eropa: Justin Hubner & Kevin Diks Kompak Cetak Gol
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Menakar Daya Tarik Saham BUMN 2026 di Tengah Reformasi Danantara
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Dirut Bulog usul per orang bisa beli beras SPHP di atas dua pack
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jalan Utama Putus Imbas Longsor, 3.522 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.