Trump Umumkan Bantuan untuk Rakyat Iran yang Mencari Kebebasan, Media AS Ungkap Kajian Serangan Udara

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Iran sedang dilanda gerakan perlawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rezim teokrasi. Pemerintah kembali memutus akses internet dan melakukan pembantaian besar-besaran, namun rakyat tidak menyerah. Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan akan membantu rakyat Iran dalam upaya mereka meraih kebebasan. Media Amerika melaporkan bahwa tim Trump sedang mengkaji kemungkinan tindakan militer.

Pada 10 Januari pukul 13:27 waktu Pantai Timur AS , Trump menulis di platform Truth Social:  “Iran mungkin sedang mencari kebebasan dengan semangat yang belum pernah ada sebelumnya. Amerika Serikat siap memberikan bantuan!!!”

 Ia menggunakan tiga tanda seru untuk menegaskan pernyataannya.

Sekitar satu jam sebelumnya, The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut dan melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah melakukan pembahasan awal mengenai cara-cara untuk menyerang Iran guna menepati peringatan yang sebelumnya disampaikan Trump. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan serangan udara skala besar terhadap sasaran militer Iran.

Sebelumnya, sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa pesawat-pesawat militer AS sedang dikerahkan dan berkumpul menuju kawasan Timur Tengah.

Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika otoritas Iran kembali melakukan pembantaian terhadap para demonstran seperti di masa lalu, Amerika Serikat akan turun tangan secara keras.

Pada 8 Januari, pemerintah Iran memberlakukan pemutusan internet nasional dan mulai melakukan penindasan berdarah. Majalah Time, mengutip seorang dokter setempat, melaporkan bahwa hanya di enam rumah sakit di ibu kota Teheran saja tercatat 217 orang tewas, termasuk para demonstran yang ditembak dengan senapan mesin.

Namun rakyat Iran tidak menyerah. Pada  9 dan 10 Januari malam, masih banyak warga yang turun ke jalan untuk melakukan protes. Mantan putra mahkota Iran yang kini hidup di pengasingan di Amerika Serikat, Reza Pahlavi, menyerukan agar rakyat Iran menduduki pusat-pusat kota.

Elon Musk juga mengumumkan bahwa jaringan Starlink akan dibuka secara gratis bagi para demonstran Iran. Menurut informasi yang beredar di internet, otoritas Iran berupaya keras mengganggu transmisi Starlink, tetapi belum berhasil memutusnya sepenuhnya. Warganet menduga teknologi gangguan tersebut berasal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Berdasarkan informasi daring, banyak demonstran Iran menggunakan aplikasi komunikasi terenkripsi BitChat untuk menyebarkan informasi. BitChat tidak bergantung pada internet, melainkan menggunakan koneksi Bluetooth antarponsel untuk membangun jaringan luring berbasis “peer-to-peer” guna mengirimkan pesan terenkripsi. (Hu)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bahlil Targetkan Impor BBM Ditekan Lewat RDMP, Avtur Mandiri Mulai 2027
• 35 menit lalutvrinews.com
thumb
Seorang Pria Paruh Baya Dibacok OTK di Mimika
• 5 menit lalurealita.co
thumb
Harga Minyak Naik di Tengah Meningkatnya Gejolak di Iran
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Kuburan Jakarta hingga Hutan Amazon, Penulis Ini Bagikan Makna Keberagaman
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
IHSG Menguat Seiring Penguatan Bursa Asia, Investor Tunggu Data Inflasi AS
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.