Peneliti Citra Institute: Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games 2025 Sudah Tepat

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI peraih medali emas SEA Games 2025 sebagai kebijakan yang tepat dan patut diapresiasi.

Menurut Efriza, keputusan tersebut mencerminkan tingginya perhatian presiden terhadap atlet berprestasi sekaligus menunjukkan sikap negara dalam menghargai dedikasi atlet profesional yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

BACA JUGA: Martina Ayu Borong 7 Medali di SEA Games 2025, Raih Bonus Rp 3,4 Miliar

“Presiden Prabowo sudah tepat memberikan penghargaan terbaik bagi atlet berprestasi. Ini menunjukkan perhatian serius presiden terhadap nasib atlet serta sikap pemerintah yang menghargai capaian luar biasa mereka,” kata Efriza, Senin (12/1/2026).

Efriza secara khusus menyoroti prestasi Rizki Juniansyah, lifter TNI yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada SEA Games 2025. Ia menilai capaian tersebut layak mendapat apresiasi istimewa dari negara.

BACA JUGA: Prabowo Sebut Ada Negara yang Rela Berbuat Apa Saja Demi Menang di SEA Games Thailand

“Prestasi Rizki Juniansyah yang meraih emas dan memecahkan rekor dunia adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras atlet yang membawa kehormatan bagi Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi Simbolik dan Motivasi

Efriza menjelaskan kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan kepada Rizki Juniansyah merupakan bentuk *apresiasi simbolik sekaligus motivasi*, meski berada di luar kelaziman sistem kenaikan pangkat dalam dunia militer.

“Kenaikan pangkat ini didasari karena Rizki telah mengangkat kehormatan Indonesia di tingkat dunia. Praktik ini merupakan pengecualian yang dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan dorongan moral bagi atlet lainnya,” jelas Efriza.

Dia menambahkan kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip di tubuh TNI yang menerapkan sistem *reward and punishment* bagi prajurit berprestasi.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah pada Senin pagi melemah jadi Rp16.847 per dolar AS
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pembangunan Sumur Bor dan Instalasi RO di Aceh Tamiang Dikebut
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Investasi Energi Bersih Global Tembus USD2,2 Triliun pada 2025, PBB Tegaskan Transisi dari Fosil Tak Terbendung
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
8 Tanaman Paling Mudah Dirawat
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Balas Ultimatum Trump, Presiden Kuba: Tidak Ada yang Bisa Mendikte Kami!
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.