JAKARTA, DISWAY.ID - Terjadi banjir besar yang melanda Desa Wani Lumbupetigo, Kecamatan Tanantove, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Minggu, 11 Januari 2026.
Akibat banjir besar itu, terdapat beberapa bangunan seperti rumah sampai terendam bahkan sampai terbawa arus banjir.
Terpantau ribuan warga panik karena banjir yang sangat deras langsung merendam sembilan desa sekaligus.
Sembilan desa tersebut yakni ada Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, hingga Polanto Jaya Dusun 4.
Dalam tayangan sebuah video dari akun X @WeatherMonitors, ada rumah yang terseret arus banjir yang sangat deras sampai menghantam jembatan.
BACA JUGA:Hujan Lebat Guyur Jakarta, 6 RT dan 4 Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga Hampir 1 Meter
Banjir Mendadak Lumpuhkan Jalan Poros Desa Lalundu, Aktivitas Warga TerhentiBanjir mendadak melanda Desa Lalundu pada Minggu, 11 Januari 2026, menyebabkan jalan poros utama lumpuh total dan sejumlah rumah warga terendam air.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.11 WITA, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama.
Air kiriman dari wilayah hulu, ditambah saluran drainase yang tidak mampu menampung debit hujan, membuat air meluap dengan cepat ke permukiman warga dan fasilitas umum.
Genangan yang datang tiba-tiba membuat aktivitas masyarakat terhenti, terutama pada jalur transportasi utama desa yang sulit dilalui kendaraan.
BACA JUGA:Kelurahan Rawa Buaya Mulai Tergenang, Bu RT Imbau Warga Waspadai Banjir Kiriman
Rumah Warga Terendam dan Infrastruktur RusakDerasnya aliran air sungai membawa dampak serius. Selain merendam rumah-rumah warga, sebuah jembatan penghubung dilaporkan hanyut terbawa arus, sehingga memperparah gangguan akses antarwilayah. Beberapa rumah mengalami kerusakan, bahkan ada yang terseret arus akibat kuatnya aliran air.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun, dampak ekonomi dan sosial sangat dirasakan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses jalan poros desa.
Genangan banjir menyebabkan warga kesulitan beraktivitas, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses kebutuhan pokok. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas dengan normal, sehingga mobilitas masyarakat terhambat.
A short while ago: Severe flooding swept through several structures and left many homes underwater in Wani Lumbumpetigo Village, Tanantove District, Donggala Regency, Central Sulawesi, Indonesia ???????? (11/26) pic.twitter.com/ccccmOCrBQ
— Weather Monitor (@WeatherMonitors) January 11, 2026Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa banjir tersebut telah mengganggu kehidupan warga secara signifikan. Aparat bersama warga terus memantau kondisi lapangan dan berupaya memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.





