FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menanggapi peristiwa sebuah mobil yang hanyut terbawa arus sungai di wilayah Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Susi mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan yang selama ini terjadi akibat ulah manusia.
“Gulma, hutan, bebatuan, karet semua bagian dari lingkungan yang telah rusak. Manusia, kita yang merusaknya,” ujar Susi di X @susipudjiastuti (12/1/2026).
Lanjut dia, kerusakan lingkungan telah memicu perubahan cuaca yang semakin ekstrem, sehingga bencana alam pun kerap datang tanpa bisa dihindari.
“Menjadikan perubahan cuaca menjadi lebih ekstrem dan bencana pun datang melawan kita,” tegasnya.
Susi menekankan bahwa sudah saatnya pemerintah dan masyarakat melakukan evaluasi serius terhadap aktivitas ekonomi yang mengorbankan kelestarian alam.
Ia secara tegas menyerukan penghentian kegiatan usaha yang berlindung di balik dalih investasi dan pertumbuhan ekonomi, namun berdampak buruk bagi lingkungan.
“Saatnya perbaiki lingkungan, stop kegiatan usaha atas nama investasi atau pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.
Meski demikian, Susi tetap menyampaikan optimisme bahwa upaya penyelamatan lingkungan masih bisa dilakukan jika ada kemauan bersama.
“Kita mau, kita bisa!,” kuncinya.
Seperti diketahui, sebuah mobil dikabarkan hanyut terbawa arus sungai akibat debit air yang meningkat drastis usai hujan deras mengguyur wilayah Kudus.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di tengah kondisi lingkungan yang kian terdegradasi.
(Muhsin/fajar)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4843081/original/038659200_1716722680-Pidato_Megawati_Tutup_Rakernas_V_PDIP-ANGGA_5.jpg)