Tambah Petak Makam, Warga Direlokasi ke Rusunawa Pulogebang

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Fungsi lahan Taman Pemakaman Umum Kober dan Cipinang Besar di Jakarta Timur kembali seperti sedia kala. Warga yang puluhan tahun bermukim di sana secara bertahap direlokasi ke rumah susun.

Pembongkaran bangunan di lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) Kober, Rawa Bunga dan relokasi warga dari TPU Cipinang Besar, Kebon Nanas bertujuan untuk menambah petak makam. Tambahan masing-masing 420 petak dan 1.000 petak itu untuk mengatasi krisis lahan pemakaman di Jakarta.

Penertiban lahan TPU Kober dilakukan sejak 18 Desember 2025. Sebanyak 14 bangunan dibongkar, terdiri dari bengkel, parkir liar, dan lapak rongsokan di atas area seluas 1.576 meter persegi.

Sementara 103 keluarga direlokasi dari area seluas 3.750 meter persegi di TPU Cipinang Besar sejak 6 Januari 2026. Sebanyak 73 keluarga pindah ke rumah susun dan 30 keluarga mencari tempat tinggal sendiri.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara simbolis menyerahkan kunci unit Rusunawa Pulogebang di Jakarta Timur kepada perwakilan warga pada Senin (12/1/2026). Warga bebas biaya sewa selama enam bulan.

Baca JugaRelokasi Warga ke Rusunawa Jagakarsa Tandai Pengembalian Fungsi Lahan Pemakaman

Sumiyati (54), salah satu warga relokasi semringah. Apalagi ia pengantin baru. Keputusannya untuk menikah turut dipengaruhi tawaran relokasi ke rusun oleh Pemkot Jakarta Timur.

"Jadi karena ada tempat tinggal, berani untuk menikah?," tanya Pramono.

Sumiyati mengiyakan pertanyaan itu. Ia menikah Senin pagi, sebelum menerima kunci unit rusun. Tinggal di rusun, kata Sumiyati, menandai babak baru kehidupannya setelah tinggal di TPU sejak 1983.

"Selama ini dicap jelek karena menempati lahan TPU. Dengan pindah ke rumah susun harapannya lebih manusiawi lagi," katanya.

Baca JugaKetika Rumah dan Makam ”Berebut” Ruang

Pramono lalu bertanya kepada seorang warga lanjut usia (lansia). Penjual tisu di lampu merah dekat TPU Cipinang Besar itu tinggal dengan dua anaknya.

Sebagai lansia, ia gratis tinggal di rusun sesuai aturan Pemprov DKI Jakarta. Namun, Pramono memintanya segera mengurus Kartu Layanan Gratis (KLG), program gratis naik angkutan umum bagi 15 golongan agar hemat ongkos transportasi.

Warga lainnya, Guntur Subroto (51), bersedia pindah ke rusun karena fasilitas yang lengkap. Istri dan anaknya senang ada taman bermain, lintasan joging, lapangan futsal, dan lainnya.

"Anak-anak betah di sini (rusun)," kata Guntur. Sama seperti warga relokasi lain, ia merasa lebih manusiawi dengan tinggal di rusun setelah 17 tahun mendiami TPU Cipinang Besar.

Relokasi

Pada 9 Desember 2025, sebanyak 88 keluarga pindah ke Rusunawa Jagakarsa, dua keluarga ke Rusunawa Rawa Bebek, dua keluarga ke Rusunawa PIK, dan sisanya memilih pulang kampung usai relokasi dari TPU Menteng Pulo II.

Relokasi ini salah satu opsi mengatasi krisis lahan makam di Jakarta. Data menunjukkan, 69 dari 80 TPU penuh sehingga hanya melayani pemakaman tumpang.

Pramono meminta wali kota dan jajarannya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Sebab, mereka harus memulai kehidupan baru karena relokasi jauh dari tempat tinggal selama bertahun-tahun.

"Jadi pengalaman di beberapa tempat, termasuk yang pindah dari Menteng Pulo, memang perlu adaptasi. Untuk itu, 6 bulan kami bebaskan (gratis sewa) karena memang rata-rata selama ini mata pencahariannya di TPU," ucap Pramono.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Telusuri Aliran Dana Korupsi Kuota Haji ke Biro Perjalanan Haji
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
 Buruh Masih Rentan Alami Kecelakaan Kerja
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Korban Tewas Kerusuhan di Iran Melonjak Jadi 500 Orang, Ribuan Orang Ditangkap
• 18 jam laludetik.com
thumb
Target Berat Mendongrak Penerimaan Pajak 2026
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku di Jenis SPHP
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.