PENGAMAT pendidikan Totok Amin Soefijanto menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan, namun dampaknya tidak bisa dirasakan secara instan. Selain itu, dampaknya juga sangat bergantung pada kualitas serta konteks implementasinya.
Menurut Totok yang juga Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) itu mengatakan, pembukaan ratusan Sekolah Rakyat berpotensi menurunkan angka kemiskinan apabila dibarengi dengan mutu pendidikan yang terjamin, relevansi kurikulum dengan kebutuhan lokal, serta keterkaitan langsung dengan peluang kerja. Tanpa prasyarat tersebut, peningkatan jumlah sekolah semata tidak otomatis berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan.
"Sekolah atau pendidikan secara umum memang dapat mengentaskan kemiskinan, tetapi perlu waktu dan kondisi yang tepat. Dampaknya tidak otomatis hanya karena sekolah jumlahnya banyak," kata Totok saat dihubungi, Senin (12/1).
Ia menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat juga ditentukan oleh integritas pelaksanaannya. Aspek tata kelola yang bersih, bebas dari praktik korupsi, serta dukungan kebijakan lintas sektor menjadi faktor krusial agar manfaat pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat miskin.
Lebih lanjut, Totok menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan lebih efektif menekan kemiskinan jika proses pembelajarannya berfokus pada literasi dasar, keterampilan numerasi, serta pelatihan vokasional yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
"Peserta didik akan memiliki peluang kerja yang lebih baik jika pendidikan dilengkapi dengan pelatihan bersertifikasi dan dukungan modal awal untuk berwirausaha, sehingga pendapatan keluarga dapat meningkat dalam jangka menengah," ujarnya.
Meski demikian, Totok mengingatkan bahwa secara teoritis tidak ada satu pun program pendidikan yang mampu menghapus kemiskinan tanpa ditopang oleh konteks ekonomi yang memadai.
Ia menyebutkan sejumlah faktor penentu lain, seperti ketersediaan lapangan kerja, iklim usaha yang kondusif, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan biaya hidup, serta akses layanan kesehatan.
"Tanpa dukungan faktor-faktor tersebut, manfaat pendidikan, termasuk dari Sekolah Rakyat, tidak akan cukup besar untuk menurunkan kemiskinan secara signifikan," pungkas Totok. (E-4)




