- Presiden Prabowo menduga pendanaan pengejek dirinya berasal dari kekuatan asing saat peresmian sekolah di Banjarbaru.
- Prabowo meyakini pengecekan hanya dilakukan oleh segelintir pihak penyebar pesimisme dan sinisme.
- Ia juga menegaskan kabinet yang dipimpinnya sedang kompak dan menolak analisis adanya perpecahan internal.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menduga ada keterlibatan asing dalam pendanaan pihak-pihak yang selama ini mengejek dirinya.
Menurut Prabowo, meski ada pihak yang mengejek, ia percaya hal itu hanya dilakukan oleh segelintir orang yang memang sengaja ingin menyebarkan pesimisme.
“Banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya nggak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme, dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Itu keyakinan saya, kepercayaan saya,” tutur Prabowo di peresmian 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Prabowo mengatakan orang Indonesia yang bersih dan jujur pasti dapat melihat mana yang benar adalah benar, begitu juga sebaliknya, yakni hal yang tidak benar adalah tidak benar.
“Kita berbuat yang baik, berbuat yang benar masih dicaci maki, tapi tidak apa-apa, kita tidak ragu-ragu. Saya hari ini merasa bahwa tekad kita benar dan dibuktikan benar. Setelah enam bulan kita melihat keadaan anak-anak kita seperti ini, luar biasa ini,” kata Prabowo.
Tepis Ada PerpecahanMelalui pidato di acara yang sama, Prabowo menepis analisis yang menyebut terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo meminta agar analisis tersebut tidak dipercaya, sebab kabinet justru dalam kondisi kompak.
“Saya merasakan kompak. Jangan percaya orang yang terlalu pintar ya yang ngomong di sosmed, menganalisis terjadi sesuatu perpecahan di lingkungan Prabowo,” kata Prabowo.
Prabowo justru menyindir para “orang pintar” yang ia maksud.
“Ah seru. Saya sendiri tertarik, dari mana ini?” kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
Prabowo lalu menegaskan kembali bahwa lingkungannya, termasuk kabinet yang ia pimpin, berada dalam keadaan kompak dan tidak terjadi perpecahan.
“Tapi nggak kompak? Saya merasa kerja keras, kompak, kompak tembok yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti,” kata Prabowo.




