Cuaca buruk, 109 penerbangan di Bandara Soetta tertunda

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Tangerang (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menyebutkan terdapat 109 penerbangan pesawat pada Senin (12/1) mengalami penundaan (delay) akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Senin, mengatakan berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC) CGK pada pukul 06.00 hingga 14.00 WIB terdapat 109 penerbangan ditunda.

Selain itu sebanyak tujuh penerbangan berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat dan 31 penerbangan dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).

"Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional yang cepat dan tepat terkait dampak hujan pagi ini," ucapnya.

Baca juga: Akses jalan menuju Bandara Soetta tergenang air

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Bandara Soetta menjalankan prosedur delay management untuk meminimalisir dampak dari penundaan keberangkatan penerbangan melalui koordinasi antar-instansi.

Ia mengatakan atas dampak cuaca buruk ini kondisi drainase di dalam kawasan bandara berfungsi dengan baik, dipastikan seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta Runway 1, Runway 2, dan Runway 3, dapat tetap beroperasi normal dan tidak terdapat genangan air.

"Dampak lain dari curah hujan yang tinggi ini adalah adanya genangan di sejumlah titik menuju bandara," tuturnya.

Baca juga: Traffic penumpang periode Nataru di Soetta mulai meningkat

Oleh karena itu pihaknya mengingatkan kepada para penumpang pesawat dan pengguna jasa Bandara Soetta agar bisa tiba tiga jam lebih awal dari waktu penerbangan, guna mengantisipasi perubahan jadwal dan kondisi lalu lintas, serta memantau informasi penerbangan melalui aplikasi/website maskapai dan layar informasi di bandara.

Sementara itu Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah menerapkan prosedur go-around, holding, maupun divert, sebagai bagian dari menjaga keselamatan penerbangan.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan seluruh prosedur tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2 dan Annex 6 dan CASR yang berlaku di Indonesia.

"Seluruh aturan tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan," ucapnya.

Baca juga: Jakarta diperkirakan hujan pada Senin pagi hingga malam





Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Batal Hari Ini, John Herdman Akan Diperkenalkan Sebagai Pelatih Timnas Indonesia Besok Pagi
• 12 jam lalubola.com
thumb
Banjir Kudus, Lebih dari 14 Ribu Orang dan 4 Ribu Rumah Terdampak
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Bakal Diresmikan Prabowo, Ini Profil Mega Proyek Kilang Minyak Rp123 T
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nasib Stadion Sudiang Calon Markas PSM Makassar: Tetap Dibangun di Tengah Bayang Sengketa Lahan 
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Optimistis Ekonomi Rakyat Menguat
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.