Harga saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) kembali terjun pada perdagangan Senin (12/1). Hingga pukul 15.09 WIB, saham COIN terkoreksi 260 poin atau turun 7,81% ke level 3.070.
Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan bursa kripto tersebut telah merosot 24,94%. Koreksi terjadi setelah PT Arsari Nusa Investama, perusahaan investasi milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, itu masuk sebagai salah satu pemegang saham COIN.
Tekanan terhadap saham COIN juga berlangsung beruntun seiring hadirnya PT International Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa kripto kedua di Indonesia yang telah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran ICEx dinilai menjadi pesaing kuat bagi COIN di industri bursa aset kripto nasional.
Pendirian ICEx sebelumnya diumumkan oleh pendiri sekaligus CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Dalam laman LinkedIn pribadinya, Pang mengumumkan bahwa dia ditunjuk sebagai Presiden Direktur ICEx. Sementara posisi Chief Financial Officer (CFO) diisi Rizky Indraprasto. Adapun jabatan Chief Technology Officer (CTO) dipercayakan kepada Andrew Marchen.
Penunjukan jajaran manajemen ICEx tersebut telah memperoleh persetujuan OJK melalui Keputusan OJK Nomor KEP-28/D.07/2025 tertanggal 19 Desember 2025.
ICEx berada di bawah naungan PT Fortuna Integritas Mandiri, perusahaan yang disebut-sebut mendapat dukungan dari taipan asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
“Saya memimpin bursa kripto Indonesia yang terbuka, transparan, inklusif, dan inovatif, dengan fokus pada layanan business to business (B2B) dan institusional,” tulis Pang Xue Kai dalam unggahan LinkedIn-nya, dikutip Rabu (7/1).
Prospek COIN Setelah Hadirnya ICEx
Co-founder komunitas CryptoWatch, Christopher Tahir, menilai kehadiran ICEx bakal menghadirkan kompetisi baru di industri kripto nasional. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan regulator bersikap prokompetisi dan tidak mengarah pada praktik monopoli.
“Hal ini justru baik untuk industri kripto yang mana menumbuhkan niat inovasi yang lebih tinggi. Namun, di sisi lain, kondisi ini berpotensi menekan COIN, mengingat sebagian besar lini bisnis kedua perusahaan saling beririsan,” kata Christopher kepada Katadata, Senin (12/1).
Ia menambahkan, posisi ICEx yang dipimpin oleh Pang Xue Kai--yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola bursa kripto--dapat menjadi tantangan tersendiri bagi COIN sebagai pemain utama sebelumnya.
“Tentunya, ini akan menjadi poin plus dikarenakan beliau lebih paham apa saja kendala yang dihadapi para pelaku exchange di Indonesia dan tentunya memberikan potensi disrupsi pada industri infrastruktur tersebut,” ujarnya.
Kendati demikian, Christopher tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai prospek saham COIN ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi menyatakan, kehadiran lebih dari satu bursa kripto menjadi bagian dari agenda pengembangan dan penguatan ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat di Indonesia.
Menurut Hasan, struktur pasar yang tidak bertumpu pada satu pelaku mencerminkan kebijakan yang bersifat pro-growth dan pro-competition. Kondisi ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya serta pengembangan inovasi produk dan layanan ke depan.
“Tentu dalam hal ini dengan masing-masing tetap mengedepankan aspek tata kelola yang baik, manajemen risiko yang prudent, perlindungan konsumen, dan tentu persaingan usaha yang sehat,” kata Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Jumat (9/1).
Ia menambahkan, persaingan usaha yang sehat akan mendorong disiplin pasar dan peningkatan standar operasional secara berkelanjutan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem aset keuangan digital dan kripto nasional yang lebih inklusif, progresif, dan berkelanjutan.

