JAKARTA, KOMPAS.TV - Tumpukan sampah masih terlihat menggunung di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Situasi ini menimbulkan keresahan warga dan pedagang yang beraktivitas di sana.
Gunungan sampah setinggi 6 meter di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur ini menjadi sorotan.
Bahkan, tembok beton yang seharusnya jadi pembatas dengan permukiman, jebol karena tak kuat menahan beban limbah ratusan ton selama berbulan-bulan.
Masalah ini akhirnya berimbas pada warga yang tinggal di permukiman dekat TPS.
Mereka terpaksa menghirup bau tidak sedap setiap hari.
Tumpukan sampah ini terjadi akibat berkurangnya armada pengangkut sampah karena sedang diperbaiki.
Akibatnya, pengangkutan sampah hanya bisa mencapai 150 ton.
Padahal dalam sehari, sampah yang dihasilkan di Pasar Induk Kramat Jati mencapai 200 ton.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung minta masalah sampah di Kramat Jati segera diselesaikan.
Pramono bilang tidak ada alasan tak tertangani, apalagi truk pengangkut sampah sudah ditambah.
Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.
Sampah yang didominasi bahan organik membuat pembusukan cepat terjadi.
Bau busuk dan terganggunya akses, bahkan membuat omzet pedagang menurun drastis.
Baca Juga: [FULL] Ancaman Krisis Sampah Usai TPA Suwung Ditutup, Apa Solusi Pemerintah? | JURNAL NUSANTARA
#sampah #kramatjati #pramonoanung
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- sampah
- pasar kramat jati
- tumpukan sampah
- sampah jakarta
- gunungan sampah



