JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya praktik tidak sehat dan dugaan mismanajemen di tubuh PT Pertamina (Persero).
“Kita harus mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, rakyat merasa terjadi mismanajemen dan permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan pengaturan ESDM kita,” kata Prabowo dalam peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.
BACA JUGA:Pemerintah Minta Nakes Aceh Perbaiki Sendiri Rumah yang Hancur, BNPB: Nanti di-Reimburse!
BACA JUGA:Ressa Ngaku Anak Kandung Denada dan Ditelantarkan, Sosok Bapak Kandungnya Jadi Misteri
Prabowo menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja mendorong impor energi demi keuntungan pribadi.
Menurutnya, praktik tersebut dilakukan melalui manipulasi harga yang berujung pada penderitaan rakyat.
"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," imbuhnya.
Padahal, kata Prabowo, Pertamina merupakan national champion Indonesia dan satu-satunya perusahaan nasional yang masuk dalam daftar Fortune 500.
BACA JUGA:Satu Visi Membangun PalmCo, PTPN IV dan SPBUN Sahkan PKB Tunggal Pertama untuk Keberlanjutan Industri Sawit
BACA JUGA:Profil Ressa Pemuda yang Ngaku Anak Kandung Denada, Gugat Rp7 Miliar karena Tak Diakui 24 Tahun
“Pertamina yang sebenarnya adalah national champion kita. Mungkin satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune 500, dengan nilai sekitar 100 miliar dolar,” kata Prabowo.
Untuk itu, dia berkomitmen untuk membersihkan praktik-pratik kecurangan tersebut.
"Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas: jangan korupsi. Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar," pesannya.




