Prabowo: Ada Praktik Tak Sehat di Pertamina, Kepentigan Impor Jadi Sorotan

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya praktik tidak sehat dan dugaan mismanajemen di tubuh PT Pertamina (Persero).

“Kita harus mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, rakyat merasa terjadi mismanajemen dan permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan pengaturan ESDM kita,” kata Prabowo dalam peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.

BACA JUGA:Pemerintah Minta Nakes Aceh Perbaiki Sendiri Rumah yang Hancur, BNPB: Nanti di-Reimburse!

BACA JUGA:Ressa Ngaku Anak Kandung Denada dan Ditelantarkan, Sosok Bapak Kandungnya Jadi Misteri

Prabowo menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja mendorong impor energi demi keuntungan pribadi.

Menurutnya, praktik tersebut dilakukan melalui manipulasi harga yang berujung pada penderitaan rakyat.

"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," imbuhnya.

Padahal, kata Prabowo, Pertamina merupakan national champion Indonesia dan satu-satunya perusahaan nasional yang masuk dalam daftar Fortune 500.

BACA JUGA:Satu Visi Membangun PalmCo, PTPN IV dan SPBUN Sahkan PKB Tunggal Pertama untuk Keberlanjutan Industri Sawit

BACA JUGA:Profil Ressa Pemuda yang Ngaku Anak Kandung Denada, Gugat Rp7 Miliar karena Tak Diakui 24 Tahun

“Pertamina yang sebenarnya adalah national champion kita. Mungkin satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune 500, dengan nilai sekitar 100 miliar dolar,” kata Prabowo.

Untuk itu, dia berkomitmen untuk membersihkan praktik-pratik kecurangan tersebut.

"Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas: jangan korupsi. Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar," pesannya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Keluarga Thom Haye Terima Ancaman Pembunuhan, Umuh Muchtar Murka
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ada Potensi Gagal Bayar di 2026?
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Berkas Perkara Tudingan Ijazah Jokowi Dilimpahkan ke Kejaksaan, Relawan: Semoga Tidak Lelet
• 28 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.