Survei RPI: Mayoritas Publik Optimis Reformasi Budaya Polri Terjadi di 2026

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Hasil survei terbaru lembaga Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia optimistis bahwa reformasi budaya Polri bakal terjadi di Tahun 2026. Model kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan agenda PRESIS (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), telah menempatkan transformasi budaya organisasi sebagai fondasi utama, melengkapi reformasi struktural dan operasional, guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif RPI Fernando Emas dalam launching hasil survei bertajuk 'Survei Nasional Optimisme Publik terhapus Transformasi Budaya Polri' di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga :
Laporan Istri Tewas Dipatuk Ular Tak Teregister, 4 Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan Ke Propam Polri
PDIP Desak Transformasi Polri, Pastikan Tak Jadi Alat Kekuasaan Jangka Pendek

"Berdasarkan hasil survei terbaru yang kami lakukan, mayoritas publik mengaku optimis transformasi budaya Polri akan terjadi di Tahun 2026. Pandangan dan pengalaman masyarakat sebagai penerima langsung layanan kepolisian merupakan indikator penting untuk menilai perubahan budaya tersebut dirasakan, diterima, dan dianggap berkelanjutan," ujar Fernando.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rilis Akhir Tahun (RAT) Mabes Polri 2025
Photo :
  • Tangkapan layar YouTube Divisi Humas Polri

Dari hasil survei tersebut, sebanyak 76,2 persen responden mengaku optimistis transformasi Polri terjadi di Tahun 2026. Sedangkan sebesar 19,9 persen responden menjawab kurang optimis, dan sebesar 3,9 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Fernando mengatakan mayoritas publik sekitar 67,8 persen mengaku optimis Polri bakal memiliki keberanian mengoreksi internal di Tahun 2026. Lalu, sebesar 22,2 persen responden menjawab kurang optimis soal keberanian Polri dan sebesar 10 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Selain itu, survei RPI ini juga menunjukkan fakta-fakta positif soal langkah Polri di Tahun 2026, yakni sebanyak 72,2 persen publik optimis akan terjadi pergeseran signifikan budaya militeristik ke civilian policing dalam Polri; sebanyak 69,2 persen publik optimis Polri berorientasi pada pelayanan publik, bukan kekuasaan; sebanyak 75,9 persen publik optimis kepemimpinan Polri akan menjadi teladan dan role model; dan sebanyak 65,6 persen, publik optimis Polri responsif terhadap penanganan kejahatan siber, transnasional, dan kejahatan modern selama ini. 

"Kami juga menemukan mayoritas publik optimis Polri akan mampu melakukan penguatan community policing di tahun 2026, yakni sebanyak 73,1 persen yang optimis, sedangkan sebesar 17,5 persen publik menjawab kurang optimis, dan sebesar 9,4 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab," ungkap Fernando.

Baca Juga :
Wakapolri Beri Kabar Terbaru soal Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Polri: Layanan 110 Bisa Diakses Seluruh Indonesia, Gratis!
Korlantas Kerahkan ETLE Drone Pantau Pelanggar Lalu Lintas Lewat Udara

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem Ganggu Operasional, 109 Penerbangan di Soekarno-Hatta Delay
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
BRI Beberkan Modus Phishing dan Skimming, Ini Cara Lindungi Kartu Kredit
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Metro Dalami Laporan Dugaan Penipuan Kripto, Seret Nama Timothy Ronald
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Catat! Ini Pengaturan Lalu Lintas Baru di Sekitar Proyek MRT Glodok-Kota
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Barcelona Raih Gelar Ke-16 Piala Super Spanyol Usai Tundukkan Real Madrid 3–2
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.