Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera utara sudah digunakan untuk membangun 13 unit hunian sementara (huntara).

Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara (FOTO:Dok Kemenhut)

IDXChannel - Kementerian Kehutanan menyatakan pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera utara sudah digunakan untuk  membangun 13 unit hunian sementara (huntara).

Adapun 10 unit masih dalam proses dan 3 unit telah dihuni warga Desa Geudumbak. Selain itu, 50 personel Kemenhut juga membersihkan fasilitas pemerintahan desa, termasuk Kantor Keuchik Leubok Mane sebanyak 4 ruangan.

Baca Juga:
Prabowo Targetkan Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029

Kementerian Kehutanan pun terus mengoptimalkan pemanfaatan kayu hanyutan akibat bencana hidrometeorologi sebagai bagian dari strategi pemulihan cepat lingkungan dan penyediaan hunian bagi warga terdampak di Aceh Utara dan Sumatera Utara.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 69 personel Kemenhut dikerahkan dengan dukungan 38 unit alat berat, terdiri atas 30 unit milik Kemenhut (14 ekskavator capit, 11 ekskavator bucket, 5 dozer), 7 unit TNI, serta 1 ekskavator dan 3 dump truck dari PUPR dan Kemenhut.

Baca Juga:
Prabowo Tekankan Pengelolaan Energi Harus Bersih dan Transparan

Kegiatan difokuskan pada pembersihan dan pemilahan kayu di permukiman warga agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menyampaikan bahwa hingga 11 Januari 2026, tim BPHL bersama Dinas LHK Aceh telah mengukur 938 batang kayu hanyutan dengan total volume mencapai 1.506,08 meter kubik.

Baca Juga:
Sebanyak 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soetta Imbas Cuaca Buruk

“Kayu hanyutan ini menjadi sumber material utama untuk mendukung pembangunan hunian sementara secara cepat dan terkontrol,” ujar Subhan Senjb (12/1/2025).

Sementara di Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan bahwa penanganan kayu hanyutan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol kini memasuki tahap penatausahaan dan pemanfaatan.

Baca Juga:
Harga Tiket Piala Asia Futsal 2026 Resmi Dibuka, Termurah Rp75 Ribu

“Fokus kami saat ini memastikan kayu hanyutan yang sudah diolah benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan hunian warga dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,” kata Novita.

Hingga 11 Januari 2026, kayu olahan dari wilayah Garoga mencapai 1.376 keping dengan total volume 19,5755 meter kubik, yang diperuntukkan bagi pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. 

Baca Juga:
Mentan Optimistis Serapan Gabah 4 Juta Ton di 2026 Tercapai

Dari jumlah tersebut, 752 keping atau 9,9373 meter kubik telah diangkut ke lokasi huntara.

Selain pemanfaatan kayu, upaya pemulihan lingkungan juga dilakukan melalui normalisasi Sungai Garoga. 

Hingga saat ini, pekerjaan normalisasi dan pembersihan sumbatan kayu di bagian hulu sungai telah mencapai ±1,329 kilometer atau sekitar 25,07 persen dari total target 5,5 kilometer, dengan mengoperasikan 7 unit alat berat.

Kegiatan penanganan pascabencana ini menjadi bagian dari upaya terpadu Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah dan mitra terkait untuk memastikan kayu hanyutan sebagai barang negara dapat dimanfaatkan secara legal, aman, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dinkes Sebut Keracunan Massal di SMKN 11 Semarang Diduga karena MBG karena SPPG tak Patuhi SOP
• 20 menit lalurepublika.co.id
thumb
Bahlil Tutup Keran Impor Solar Mulai Tahun Ini, Avtur Ditarget 2027
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Akan Dorong SPBU Swasta Beli BBM Melalui Pertamina
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
BMKG: Aceh, Sumut-Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Sedan Besok
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!
• 19 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.