FAJAR, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa selama masa KKN di desa tersebut.
Seminar Program Kerja menjadi wadah pemaparan rencana kegiatan mahasiswa sekaligus ajang sinkronisasi program dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lainungan beserta jajaran perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mengikuti secara daring, tokoh masyarakat, tokoh agama, para kepala dusun, kepala sekolah, serta tenaga kesehatan desa.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kelompok dan individu oleh mahasiswa KKN-T.
Koordinator Desa KKN-T Unhas Gelombang 115 Desa Lainungan, Muh. Nur Al Basir (Sastra Daerah), menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan semata menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga untuk berkolaborasi dengan masyarakat.
“Kami datang ke Desa Lainungan bukan hanya untuk menjalankan tugas akademik dari universitas, melainkan untuk belajar, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Desa Lainungan.
Selama masa KKN ini, kami membawa semangat untuk mengabdi dan mencoba memberikan solusi kecil bagi potensi besar yang dimiliki Desa Lainungan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115 memperkenalkan dua program unggulan yang menjadi pilar inovasi utama.
Program pertama adalah Pendidikan Unggul Berbasis Teknologi atau Sekolah Digital, yang bertujuan meningkatkan literasi digital serta kualitas pembelajaran generasi muda melalui pemanfaatan dan integrasi perangkat teknologi.
Program kedua adalah Pengolahan Limbah Tongkol Jagung menjadi Briket, sebagai solusi kreatif atas permasalahan limbah pertanian di Kabupaten Sidrap dengan mengubahnya menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai masukan dan saran dari masyarakat yang menjadi dasar penyempurnaan dan pelaksanaan program agar lebih efektif serta sesuai dengan kondisi desa.
Kepala Desa Lainungan, Andi Haruna, menyambut baik program yang ditawarkan mahasiswa KKN. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga kekompakan dan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat.
“Jaga kekompakan dan jalankan program yang sederhana, namun berdampak langsung bagi masyarakat,” pesannya.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah dan pemerintah desa yang memberikan tantangan khusus kepada mahasiswa untuk menggali potensi budaya “Tujuh Sumur Bidadari” agar dapat dikembangkan sebagai aset wisata desa. Selain itu, pihak sekolah berharap adanya sosialisasi pengelolaan sampah sekolah di lingkungan pendidikan.
Seminar Program Kerja ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol resmi dimulainya rangkaian kegiatan KKN-T Unhas Gelombang 115 di Desa Lainungan, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Indarwati. (*/)





