Pandji, Mens Rea, dan Tawa yang Dianggap Mengganggu

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

YANG membuat lawakan politik selalu berbahaya bukan karena apa yang dikatakan, melainkan karena apa yang dirusak.

Kritik dapat dibantah. Kritik dapat ditanggapi dengan klarifikasi, data, atau narasi tandingan. Kritik masih mengakui medan permainan yang sama dengan kekuasaan.

Tawa tidak melakukan itu. Tawa menciptakan jarak. Tawa meretakkan keseriusan yang selama ini menjadi selubung utama politik.

Karena alasan inilah, setiap kali tawa menyentuh kekuasaan, yang terusik bukan sekadar perasaan, melainkan tatanan simbolik yang menopang wibawa.

Kegaduhan seputar pertunjukan Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono membuka kembali persoalan lama yang sering disamarkan sebagai perdebatan selera.

Apakah lawakan tersebut pantas atau tidak? Apakah kritik boleh dibungkus humor? Apakah pelawak melampaui batas?

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pandji Pragiwaksono, Mens Rea&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8wNjAwMDA0MS9wYW5kamktbWVucy1yZWEtZGFuLXRhd2EteWFuZy1kaWFuZ2dhcC1tZW5nZ2FuZ2d1&q=Pandji, Mens Rea, dan Tawa yang Dianggap Mengganggu§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Baca juga: Pandji, Gibran, dan Keheningan yang Berbicara

Pertanyaan-pertanyaan ini tampak wajar, tetapi justru menutup persoalan yang lebih mendasar.

Yang dipertaruhkan bukan niat personal seorang komedian, melainkan cara masyarakat mengelola keseriusan, kepatuhan, dan partisipasi simbolik dalam kehidupan politik sehari-hari.

Reaksi keras terhadap Mens Rea tidak dapat dibaca semata sebagai ekspresi ketersinggungan. Reaksi tersebut mengungkap kecemasan kolektif terhadap bentuk ekspresi yang menolak memainkan peran yang sudah ditentukan.

Politik modern tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan kekuasaan formal, tetapi juga pada ritual simbolik yang terus diulang.

Pidato, slogan, gestur, dan keseriusan yang dipertontonkan berfungsi meneguhkan hierarki makna. Dalam ritual semacam ini, semua pihak diharapkan memahami peran masing-masing.

Ada yang berbicara dengan suara otoritatif, ada yang mendengar dengan khidmat, dan ada yang bertepuk tangan pada saat yang tepat.

Lawakan politik mengacaukan pembagian peran tersebut. Ketika tawa muncul pada momen yang seharusnya serius, tatanan simbolik terguncang.

Tawa tidak sekadar menertawakan individu atau kebijakan, tetapi mempertanyakan mengapa sesuatu harus selalu dianggap serius. Di titik ini, persoalannya bukan lagi soal penghinaan, melainkan soal pembangkangan simbolik.

Pemikiran Milan Kundera membantu memahami dimensi kultural dari kegelisahan ini. Dalam The Book of Laughter and Forgetting, tawa tidak diperlakukan sebagai hiburan netral.

Tawa berada dalam hubungan yang tegang dengan lupa. Kekuasaan, dalam pandangan Kundera, tidak selalu bekerja melalui larangan keras.

Kekuasaan bekerja melalui pengaturan ingatan, melalui seleksi cerita, melalui penyingkiran absurditas dari panggung resmi.

Dalam dunia yang diatur oleh narasi tunggal, ironi menjadi ancaman karena ironi memperlihatkan bahwa makna tidak pernah sepenuhnya stabil.

Kundera juga mengingatkan tentang bahaya kitsch. Kitsch bukan sekadar selera estetika yang banal, melainkan sikap ideologis yang menolak ambiguitas.

Baca juga: Dari Panggung Mens Rea Pandji, Kita Belajar Tentang Apa?

Kitsch membutuhkan kesepakatan emosional kolektif. Semua orang diharapkan merasa haru pada saat yang sama, marah pada sasaran yang sama, dan tertawa pada momen yang disepakati.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Dalam dunia kitsch, keseriusan politik bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Humor yang keluar dari jalur ini dianggap merusak keharmonisan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Greenland Jadi "Kuburan" NATO, Nasib Ada di Tangan Trump?
• 15 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Jenis Boundary yang Perlu Diajarkan pada Anak untuk Bantu Cegah Child Grooming
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Otopsi dalam Perspektif Islam: Antara Kehormatan Jenazah dan Kebutuhan Keadilan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Kagum Ada Anak Sekolah Rakyat Kuasai Bahasa Inggris: Kirim Ke Luar Negeri, Suruh Hadap Saya
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Teheran Membara: Penembakan Warga, Ribuan Tewas, Rezim Iran Kehilangan Kendali
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.