PARA astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) merampungkan upacara serah terima jabatan, Senin (12/1), menyusul keputusan mendadak untuk memulangkan misi SpaceX Crew-11 lebih awal. Langkah darurat ini diambil menyusul kondisi medis misterius yang dialami salah satu anggota kru.
Keputusan pemangkasan misi Crew-11 muncul pada Jumat (9/1), setelah rencana jalan ruang angkasa (spacewalk) sehari sebelumnya dibatalkan akibat "masalah medis." NASA tidak mengungkap detail identitas astronaut maupun jenis kondisi medis yang dialami demi menjaga privasi, namun badan antariksa tersebut segera bergerak cepat menyusun rencana evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS ini.
Pengalihan Komando ke Kosmonot RusiaSebelum meninggalkan orbit, komando lab ruang angkasa (beserta kunci simbolisnya) harus diserahkan dari astronaut NASA, Mike Fincke, kepada kosmonot Rusia, Sergey Kud-Sverchkov. Upacara yang disiarkan secara langsung tersebut berlangsung haru di modul laboratorium Jepang.
"Ini terasa pahit," ujar Fincke selama upacara berlangsung. "Kami meninggalkan kalian dengan banyak pekerjaan, tetapi juga dengan pengetahuan bahwa kalian akan bekerja dengan sangat baik."
Setelah membagikan kenangan manis bersama kru lainnya, Fincke menyerahkan kunci logam besar ISS kepada Kud-Sverchkov. "Sergey, adalah suatu kehormatan dan kesenangan menjadi seorang komandan, dan saya tidak bisa membayangkan hal yang lebih membahagiakan selain menyerahkan komando ini kepada Anda."
Jadwal Kepulangan dan Dampak MisiCrew-11 dijadwalkan lepas landas (undock) dari ISS pada Rabu sore (14/1) waktu Amerika Serikat menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon Endeavour. Pesawat diperkirakan akan mendarat di Samudra Pasifik pada Kamis pagi (15/1).
Kru yang terdiri dari Mike Fincke (NASA), Zena Cardman (NASA), Oleg Platonov (Rusia), dan Kimiya Yui (Jepang) ini telah berada di ISS sejak 1 Agustus 2025. Awalnya, mereka dijadwalkan pulang setelah kedatangan misi pengganti, Crew-12, pada pertengahan Februari mendatang.
Kepulangan dini ini akan menyisakan "kerangka kru" yang hanya terdiri dari tiga orang, dengan Chris Williams sebagai satu-satunya astronaut Amerika yang tersisa di stasiun. Meskipun NASA lebih menyukai adanya tumpang tindih (overlap) kru untuk menjaga kelangsungan riset, situasi medis kali ini dinilai cukup serius sehingga Crew-11 harus segera dipulangkan.
Kesibukan NASA di BumiDi saat yang sama, NASA sedang mempertimbangkan apakah jadwal peluncuran Crew-12 dapat dimajukan. Kesibukan ini terjadi berbarengan dengan persiapan logistik peluncuran roket Space Launch System (SLS) untuk misi Artemis 2. Roket tersebut dijadwalkan keluar menuju landasan pacu pada 17 Januari, dengan peluang peluncuran misi astronaut mengelilingi bulan terbuka mulai 6 Februari. (Space/Z-2)





