Harga Emas Tembus USD4.600, Ketidakpastian The Fed Picu Aksi Buru Safe Haven

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia menembus rekor di atas USD4.600 per troy ons pada Senin (12/1/2026).

Harga Emas Tembus USD4.600, Ketidakpastian The Fed Picu Aksi Buru Safe Haven. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga emas dunia menembus rekor di atas USD4.600 per troy ons pada Senin (12/1/2026).

Kenaikan ini terjadi seiring investor berbondong-bondong masuk ke aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penyelidikan pidana pemerintahan Trump terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Baca Juga:
Antam (ANTM) Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek, Intip Detailnya

Emas spot naik 1,95 persen ke USD4.597,37 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi USD4.629,94.

“Ketidakpastian yang tinggi berpengaruh langsung ke pasar emas, dan hampir setiap pekan selalu muncul sumber ketidakpastian baru,” kata Kepala Riset Komoditas Global Societe Generale, Michael Haigh, dikutip dari Reuters.

Baca Juga:
RI Berpotensi Surplus Solar di 2026, Ini Dua Faktor Pendukungnya

Dia menambahkan, latar belakang yang menopang reli ini tampak kecil kemungkinannya berbalik dalam waktu dekat.

Tahun lalu, emas melonjak lebih dari 64 persen, menjadi kinerja terbaik sejak 1979, sementara perak mencatatkan tahun terkuat sepanjang sejarah dengan kenaikan 146,8 persen.

Baca Juga:
Wall Street Berpesta, S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap The Fed dengan mengancam akan mendakwa Ketua The Fed Jerome Powell terkait komentarnya mengenai proyek renovasi gedung.

Powell menilai langkah tersebut sebagai ‘dalih’ untuk mengambil alih kendali atas kebijakan pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump.

Masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Pemerintahan Trump diperkirakan mewawancarai Rick Rieder dari BlackRock sebagai kandidat potensial penggantinya, demikian laporan Fox News.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada rapat 27-28 Januari, setelah memangkasnya 75 basis poin tahun lalu.

Meski begitu, pasar masih memperhitungkan dua kali pemangkasan tambahan tahun ini, yang meningkatkan minat terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Ketegangan geopolitik juga tetap tinggi ketika Trump mempertimbangkan respons terhadap penindakan mematikan atas aksi protes di Iran, menyusul pencopotannya terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, serta melontarkan gagasan untuk mengakuisisi Greenland.

Perak spot menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD86,22, dan kemudian naik 6,8 persen ke USD85,39 per ons.

“Emas dan perak bergerak seiring,” kata Manajer Dana Emas dan Perak Jupiter Asset Management, Ned Naylor-Leyland.

Ia menambahkan, “Namun, ketika arus dana masuk ke perak, pergerakannya bisa melesat karena pasarnya lebih kecil dan lebih sensitif terhadap arus masuk dan keluar.”

Sementara itu, platinum spot naik 3 persen ke USD2.342,10 per ons, dan paladium menguat 2,5 persen ke USD1.861,44 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menag Ingatkan Efisiensi Anggaran: Kurangi Perjalanan Dinas dan Maksimalkan Teknologi
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Mulai 2026, Pengecekan Barcode KTP dan KK Hanya Lewat Aplikasi IKD
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Surat Kuasa Balik Nama Motor: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
• 50 menit lalumedcom.id
thumb
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat di Banjarbaru Kalsel, Disambut Siswa Sambil Bernyanyi
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Ngaku Anggota, Pemuda Pukul KO Kakek 62 Tahun hingga Meninggal
• 9 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.