Roy Suryo Minta Eggy Sudjana Bersumpah ke Publik: Masih Pejuang atau Pecundang?

fajar.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar telematika, Roy Suryo, mendesak Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis untuk segera memberikan klarifikasi terbuka terkait pertemuan mereka dengan Presiden ke-7 RI, Jokowi, di Solo.

Dikatakan Roy, penjelasan seterang-terangnya penting agar polemik yang berkembang di ruang publik tidak semakin liar dan penuh spekulasi.

Menurut Roy, munculnya berbagai dugaan dan kecurigaan di tengah masyarakat tidak terjadi tanpa sebab.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut telah memunculkan banyak tanda tanya yang hingga kini belum terjawab secara gamblang.

“Tidak ada asap tanpa ada api, demikian juga tidak akan ada bau amis bilamana tidak ada sumber yang berpotensi mengeluarkan bau tidak sedap tersebut,” ujar Roy kepada fajar.co.id, Selasa (13/1/2026).

Ia menekankan, klarifikasi dari Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis tidak bisa lagi ditunda.

Lanjut Roy, masyarakat berhak mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan di Solo tersebut.

“Jadi sebaiknya memang sesegera mungkin Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis membuat klarifikasi terbuka,” tegasnya.

Roy meminta klarifikasi itu disampaikan secara jelas dan menyeluruh kepada publik, tanpa menyisakan ruang abu-abu yang justru memicu fitnah baru.

“Klarifikasi sejelas-jelasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang apa dan bagaimana yang terjadi di Solo Kamis (8/1/2025), lengkap dengan semua jawaban atas pertanyaan yang telanjur mengemuka,” lanjutnya.

Menpora era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga menyinggung sejumlah isu yang hingga kini masih menjadi perbincangan hangat.

Salah satunya adalah kabar mengenai keterlibatan aparat kepolisian dalam pertemuan tersebut.

“Termasuk kebenaran adanya dua petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya yang disebut-sebut mengantar mereka,” Roy menuturkan.

Bukan hanya itu, Roy turut menaruh perhatiannya pada isu sensitif lain yang berkembang di publik, mulai dari dugaan adanya kompensasi hingga stigma terhadap sikap politik Eggy dan Damai pasca pertemuan tersebut.

“Serta penegasan, bahkan sumpah, atas isu-isu semacam cair, gepok atau bahkan kopor yang ada, pejuang atau pecundang?,” tandasnya.

Roy bilang, keterbukaan menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan spekulasi dan memulihkan kepercayaan publik.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakarta Banjir, Megawati Langsung Diskusi dengan Rano Karno
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Reflek Radjimin
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Kasus Gagal Bayar DSI Senilai Rp1,4 Triliun, OJK Duga Ada  Penipuan
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Bencana Bayangi Warga di Hulu hingga Hilir Jambi
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Perang Bintang di Semifinal Afcon 2025: Pembuktian Salah-Marmoush Hingga Momen Viral Trio Fulham
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.