Sinyal IPO Vidio Menguat, Valuasi Entitas Grup Emtek (EMTK) Disebut Rp15 Triliun

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Konglomerasi bisnis media dan hiburan, Grup Emtek, kembali menyiapkan aksi korporasi besar . Perusahaan di bawah payung PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) kini disebut tengah menyiapkan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Vidio Dot Com atau Vidio. 

Menurut informasi yang dihimpun tim Katadata.co.id, IPO Vidio di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal digelar pada 2026. Aksi korporasi itu menyusul PT Super Bank Indonesia atau Superbank (SUPA) yang lebih dulu melantai di BEI pada 17 Desember 2025 lalu. 

Rumor rencana penawaran umum perdana (IPO) Vidio sebenarnya telah berembus sejak 2022. Namun, Emtek mendahulukan IPO Superbank yang telah lebih matang. 

BRI Danareksa Sekuritas menilai, kesuksesan IPO SUPA yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 318 kali telah memunculkan “IPO Effect” di lingkungan Grup Emtek. Hal itu berpotensi membuka jalan bagi aksi korporasi lanjutan dari entitas digital di dalam grup EMTK.

“Kami memprediksi tren ini akan berlanjut pada IPO Vidio di 2026, yang memicu pasar untuk melakukan penilaian ulang (re-rating) terhadap aset digital EMTK yang kini semakin matang,” demikian tertulis dalam analisis BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Selasa (13/1). 

Lebih lanjut BRI Danareksa Sekuritas menilai rencana IPO Vidio berpotensi menjadi katalis penting bagi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui proses unlocking value. Apalagi valuasi pasar Vidio saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 14,96 triliun atau setara US$ 945 juta. 

Dengan melantai di bursa, BRI Danareksa menyebut nilai yang selama ini masih “tersembunyi” di dalam struktur grup akan menjadi lebih transparan dan terefleksi langsung di pasar modal.

Dari sisi akuntansi, IPO juga akan mengubah status kepemilikan Vidio dalam laporan keuangan konsolidasian EMTK menjadi aset dengan nilai pasar (mark-to-market). Hal ini dapat memperkuat posisi ekuitas dan berkontribusi keuntungan investasi signifikan pada laporan laba rugi induk.

Selain itu, kenaikan kapitalisasi pasar EMTK seiring tercatatnya Vidio di bursa dinilai dapat membuka peluang bagi saham EMTK untuk kembali masuk ke dalam indeks global seperti MSCI Indonesia pada 2026. Hal itu seiring membaiknya ukuran, likuiditas, dan daya tarik bagi investor institusi global.

“Inklusi ini akan memicu aliran dana dari investor institusi global dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham EMTK secara keseluruhan,” tambah BRI Danareksa Sekuritas. 

Konsistensi Pertumbuhan 

Di sisi lain, Sucor Sekuritas menilai Vidio telah menjadi salah satu pemain terbesar di industri over-the-top (OTT) di Indonesia, dengan proyeksi jumlah pelanggan yang ditargetkan menembus delapan juta pengguna dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan valuasi Vidio pada 2024 telah berada di kisaran Rp 14,96 triliun, lebih tinggi dibandingkan beberapa emiten media digital yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia. Dengan skala tersebut, apabila rencana IPO terealisasi, Vidio berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar di sektor teknologi dan media di pasar modal domestik.

"Saya sudah mendengar rumor Vidio akan IPO sejak pertengahan tahun ini. Jika memang hal ini terealisasi, tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik karena kecenderungan suku bunga yang akan menurun sehingga investor akan cenderung berinvestasi ke growth stock, salah satunya adalah sektor teknologi," ungkap Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas.

Dari sisi makroekonomi, Sucor Sekuritas menilai potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada 2026 dapat menjadi katalis positif bagi saham-saham teknologi dan digital. Dengan BI Rate yang diproyeksikan bergerak menuju kisaran 2,5% ±1%, likuiditas diperkirakan kembali mengalir ke aset berisiko, termasuk saham berorientasi pertumbuhan seperti EMTK.

Selain itu, tren global penurunan suku bunga serta meningkatnya minat investor terhadap aset digital di kawasan Asia Tenggara dinilai akan semakin memperkuat daya tarik emiten yang memiliki ekosistem digital terintegrasi.

Katadata.co.id telah meminta konfirmasi kepada Managing Director Emtek sekaligus CEO Surya Citra Media dan Vidio, Sutanto Hartono. Namun belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG: Aceh, Sumut-Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Sedan Besok
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Penggeledahan KPK di Ditjen Pajak: Fokus pada Dua Direktorat
• 8 menit lalutvonenews.com
thumb
Bapanas Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan Sesuai HET hingga Ramadan 2026
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Menguak Tabir KDRT melalui Lensa Film  
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Bertentangan dengan qanun, Pemkab-ulama larang domino di Aceh Barat
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.