Dokter: Anak Sering Sakit Bisa Turunkan Kecerdasan Otak dan Prestasi Akademik

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan sukses di kemudian hari. Namun tanpa disadari, kebiasaan anak yang sering jatuh sakit bisa menjadi penghambat besar bagi proses belajar dan perkembangan kognitifnya.

Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menyebut, anak yang sering sakit ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi fisiknya, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif hingga prestasi akademik.

Anak Sering Sakit Bisa Pengaruhi Prestasi dan Masa Depannya

Menurut dr. Ray, anak yang sakit hingga dua sampai tiga kali dalam sebulan, hal tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan kognitifnya. Anak yang mudah sakit cenderung mengalami penurunan prestasi akademik karena proses belajar dan stimulasi tidak berjalan optimal.

Ia juga menyebut, anak yang mudah sakit bukan hanya menghadapi masalah pada sistem imun, tetapi sering kali juga berkaitan dengan kekurangan gizi. Bahkan berdampak jangka panjang hingga produktivitas mereka saat dewasa nanti.

“Sudah ada penelitian skala besar yang mengatakan bahwa ketika seorang anak punya kognitif yang baik, status gizinya baik, dan yang paling penting adalah daya tahan tubuh yang baik atau status imunitas yang baik, maka 10 kali lebih besar mereka akan terhindar dari penyakit infeksi dan berulang,” ucapnya dalam acara talkshow bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (8/1).

Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa anak dengan kombinasi nutrisi baik, kognitif baik, dan imunitas yang kuat, memiliki kemungkinan 4,6 kali lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Saat ini, jumlah lulusan sarjana di Indonesia masih berada di kisaran 20–30 persen, sementara lulusan sekolah dasar masih cukup tinggi.

“Berarti mungkin ada hubungannya dengan aspek kognitif, aspek imunitas, dan aspek nutrisi,” imbuhnya.

Bahkan, dampaknya berlanjut hingga masa depan, Moms! Anak-anak yang tumbuh dengan kognitif baik, status gizi optimal, dan jarang sakit, memiliki peluang 21 persen lebih tinggi untuk memperoleh penghasilan yang mapan di kemudian hari.

“Ketika mereka punya kognitif yang baik, status nutrisi yang baik, dan tidak gampang sakit, maka 21% lebih tinggi untuk punya penghasilan yang mapan di kemudian hari. Kalau udah kayak gini, dasarnya adalah di keluarga,” pungkas dr. Ray.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pesan Menohok Prabowo ke Dirut Pertamina: Jangan Korupsi, Pecat yang Tidak Bagus
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo Ungakp Ciri-CIri Mafia Minyak di Pertamina dan ESDM, Pintar tapi Serakah
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anak-Anak Gaza Berguguran dalam Kedinginan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Relokasi Warga dari TPU Kebon Nanas Rampung dalam Sehari, Ratusan Petugas dan Puluhan Kendaraan Dikerahkan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Titik Banjir di Jakarta Berkurang, Kini Tersisa 11 RT
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.