Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno—Hatta (CGK) berangsur normal pada hari ini, Selasa (13/1/2026), usai cuaca buruk yang sempat menyebabkan penundaan ratusan keberangkatan pada Senin (12/1/2026).
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno—Hatta (Soetta) Yudis Tiawan menyampaikan, penundaan yang sebelumnya terjadi semata-mata demi memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.
Pada pagi ini, seiring dengan cuaca yang membaik dan jarak pandang yang telah pulih, penerbangan pesawat di CGK pun berjalan normal tanpa delay.
“Sampai dengan saat ini, alhamdulillah operasi penerbangan berjalan normal dan lancar,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/1/2026).
Sementara melihat proyeksi cuaca di Jabodetabek yang masih akan diguyur hujan pada pekan ini, Yudis tak menampik akan diberlakukan kebijakan serupa, yakni prosedur delay management untuk meminimalisasi dampak dari penundaan keberangkatan penerbangan melalui koordinasi antarinstansi.
Dirinya memastikan kondisi drainase di dalam kawasan bandara berfungsi dengan baik dan seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta runway 1, runway 2, dan runway 3, dapat tetap beroperasi normal dan tidak terdapat genangan air.
Baca Juga
- Efek Banjir, Akses Bandara Soekarno Hatta, Transjakarta dan Tol Terdampak
- Jalan Tol Akses Bandara Soetta Masih Terendam Banjir, Lalu Lintas Terhambat
- Hari Ini 109 Penerbangan di Bandara Soetta Tertunda Akibat Cuaca Buruk
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Soetta menyebutkan terdapat 109 penerbangan pesawat pada Senin (12/1) mengalami penundaan (delay) akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
Selain itu, sebanyak tujuh penerbangan berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat dan 31 penerbangan dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).
Termasuk pesawat-pesawat Lion Group—Batik Air, Lion Air, Super Air Jet—dengan 20 penerbangan dialihkan ke bandara alternatif. Misalnya, Lion Air JT-393 rute Pekanbaru—Jakarta (jadwal 07.50 WIB) kembali ke bandara asal (return to apron) untuk menunggu kondisi membaik.
Kemarin, cuaca buruk menyebabkan jarak pandang di semua landasan pacu Soetta tercatat berada di bawah 1.000 meter yang merupakan batas minimum prosedur pendaratan.
Pada durasi tersebut, jumlah pesawat yang berada dalam antrean holding setidaknya mencapai 15 pesawat. Selain itu, tercatat sebanyak 16 pesawat diarahkan untuk melakukan divert ke bandara alternatif.
Meski penerbangan telah berlangsung normal, akses menuju Bandara Soetta masih terhambat karena jalan tol yang terendam banjir masih belum surut hingga Selasa pagi.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie menyampaikan genangan air masih ada di sejumlah titik, seperti di sekitar Gerbang Tol (GT) Cengkareng hingga ramp Rawa Bokor.
Dia mengemukakan terdapat genangan air setinggi 10 cm hingga 15 cm di KM 31.4A dan Rawa Bokor.




