JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan pengerukan saluran penghubung (PHB) di sejumlah titik wilayahnya pada Selasa (13/1/2026) untuk mengurangi potensi banjir akibat hujan.
“Hari ini kami jajaran tingkat kota Jakarta Selatan dibagi 10 kecamatan, di mana kita melaksanakan yang menajdi bagian Jaga Jakarta,” ujar Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar dalam keterangannya yang diterima, Selasa.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Anwar berada di Jalan Tendean, tepatnya di depan SMK Tarakanita, Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan.
Baca juga: Diguyur Hujan Senin Pagi, Jalan Kapten Tendean Jaksel Macet
Ia menjelaskan, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sebelumnya memicu genangan akibat tersumbatnya saluran air.
Karena itu, pengerukan dilakukan untuk melancarkan kembali aliran air sekaligus meminimalkan risiko banjir, terutama yang dipicu hujan lokal.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=banjir Jakarta, antisipasi banjir, hujan lebat, pemkot jaksel, Banjir Jakarta Selatan, pengerukan saluran&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8xMjE5NTU2MS91c2FpLWh1amFuLWxlYmF0LXBpY3UtYmFuamlyLXNlanVtbGFoLXNhbHVyYW4tZGktamFrc2VsLWRpa2VydWs=&q=Usai Hujan Lebat Picu Banjir, Sejumlah Saluran di Jaksel Dikeruk§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `“Kami melihat masih ada genangan-genangan atau penyumbatan di tali air dari saluran,” kata Anwar.
Menurut Anwar, persoalan banjir di Petogogan juga dipengaruhi kondisi Kali Krukut yang menyempit.
Pemkot Jaksel pun menyiapkan pemasangan tanggul sementara di sekitar pintu air Pulo Raya untuk menahan limpahan air.
“Hari ini kita akan memasang tanggul sementara. Dekat pintu air yang ada di Pulo Raya, pintu air itu harus ditanggul karena limpahan dari sana sangat besar sekali,” kata Anwar.
Baca juga: Ruas Jalan di Jaksel Direkayasa karena Proyek Tata Air, Ini Daftarnya
Anwar menambahkan, penanganan genangan juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk Jalan NIS, dengan melibatkan seluruh pejabat tingkat kota yang dibagi untuk kerja bakti di masing-masing wilayah.
“Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mengurangi genangan dan banjir,” ucap dia.
Terkait kesiapan infrastruktur, Anwar memastikan seluruh pompa air di Jakarta Selatan dalam kondisi siap operasi.
“Saya sudah cek pompa-pompa di Jakarta Selatan ini dipastikan berfungsi dengan baik dan ready, kita pompa cadangan juga ada lengkap,” katanya.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta pada Senin (13/1/2026) pukul 17.00 WIB, banjir masih merendam 20 RT di Jakarta Selatan.
Genangan tersebar di sejumlah kelurahan, yakni Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara dan Pela Mampang.
Baca juga: Pemkot Ungkap Biang Kerok Banjir Parah di Jakbar, Turap Disebut Sengaja Dilubangi Warga
Adapun kelurahan lainnya yakni Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur. Ketinggian air saat itu berkisar antara 30 sentimeter hingga 100 sentimeter.
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, dan seluruh titik masih dalam proses penanganan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


