Susu kedelai telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, bagaimanakah manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui?
Berikut penjelasan lengkapnya, Bunda.
Artikel terkait: Baik untuk Kulit dan Kesuburan, Begini Cara Bikin Susu Kedelai Bolehkah Ibu Menyusui Minum Susu Kedelai?Dilansir dari laman Alodokter, dr. Adhi Pasha mengatakan bahwa susu kedelai aman dikonsumsi oleh ibu menyusui.
“Beberapa kandungan dalam susu kedelai seperti kalsium, asam amino, vitamin B12, vitamin D dan mineral seperti zinc, magnesium, dan kandungan lainnya memiliki manfaat untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh. Nutrisi ini juga menurunkan risiko osteoporosis dengan kadar kalori lebih rendah lemak jenuh,” jelasnya.
Namun Adhi memperingatkan ibu menyusui untuk tidak mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan.
Sebab, mengonsumsi susu kedelai dapat meningkatkan kadar hormon tertentu pada wanita seperti hormon estrogen.
Seperti semua produk lain, jika dikonsumsi secara tidak berlebihan maka dapat memberi manfaat.
Namun, jika berlebihan, tentu dapat menimbulkan pengaruh yang dapat merugikan tubuh.
“Misalnya kandungan pada susu kedelai yang dapat meningkatkan kadar hormon tertentu pada wanita seperti hormon estrogen yang dapat berpengaruh terhadap ibu hamil meskipun belum ada penelitian yang spesifik mengenai hal ini,” tegasnya.
Artikel terkait: Perbedaan Nutrisi Susu Kedelai vs Susu Sapi, Mana yang Terbaik untuk Anak? Apakah Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster?Ya, susu kedelai bisa jadi ASI Booster. Namun, konsumsi makanan gizi seimbang dan pola hidup sehat tetap diperlukan apabila ingin produksi ASI lancar.
Melansir Healthline, beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai dapat membantu kelancaran aliran ASI karena kedelai tinggi protein dan mengandung isoflavon yang diduga ikut menstimulasi hormon laktasi, sehingga pada sebagian ibu menyusui produksi ASI terasa lebih lancar.
Selain itu, perlu diingat bahwa sebagian kecil bayi sensitif terhadap protein kedelai sehingga jika ibu mengonsumsi produk kedelai dan bayi tampak lebih rewel, sering muntah, atau muncul ruam, pola makan sebaiknya dievaluasi bersama dokter atau konsultan laktasi.
Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu MenyusuiSusu kedelai adalah susu yang terbuat dari kacang kedelai yang direndam, ditumbuk, direbus, dan kemudian disaring untuk menghasilkan sarinya.
Sari kedelai ini merupakan sumber energi, protein, serat makanan, dan lemak yang baik.
Susu kedelai juga mengandung mineral, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan seng.
Berbagai vitamin seperti folat, tiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.
Semua nutrisi itu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui.
Berikut ini beberapa manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui:
1. Susu Kedelai untuk Ibu Menyusui Bisa Meningkatkan Produksi ASIVitamin E di dalam susu kedelai tidak hanya bagus untuk kesehatan kulit tetapi juga meningkatkan produksi hormon phytoestrogen bagi ibu menyusui.
Hormon phytoestrogen adalah hormon estrogen yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan bisa membantu kelenjar susu ibu menyusui untuk memproduksi ASI lebih banyak.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ibu dan Bayi yang DisusuiBerbagai ahli menyatakan bahwa semua nutrisi yang ada di dalam susu kedelai dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh ibu dan bayi yang disusui.
Jadi semakin sering Anda mengonsumsi susu kedelai maka kekebalan daya tahan tubuh ibu dan bayi yang disusui pun akan semakin meningkat.
Selain itu susu kedelai juga mengandung asam folat dan dan vitamin E yang dapat membantu perkembangan otak bayi.
3. Meningkatkan Kesehatan JantungSusu kedelai mengandung protein yang penting untuk pertumbuhan.
Protein disebut asam amino yang telah terbukti memiliki efek menguntungkan dalam mencegah berbagai gangguan kesehatan.
Kandungan asam amino dan isoflavon dari protein kedelai juga dapat membantu menurunkan kolesterol LDL.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi isoflavon kedelai dapat mengurangi kadar kolesterol.
Dengan demikian, asupan susu kedelai dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kesehatan jantung.
Artikel terkait: 10 Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil, Ini Tips Memilihnya!
4. Meredakan Masalah PostmenopauseSusu kedelai dapat memberikan bantuan dari masalah pascamenopause.
Studi menunjukkan bahwa kandungan isoflavon dalam kedelai dapat membantu mempertahankan kadar estrogen pada wanita menopause.
Asupan susu kedelai juga dapat membantu mencegah penyakit yang mungkin terjadi akibat hilangnya hormon estrogen secara alami.
Efek antioksidan dari isoflavon kedelai dapat bermanfaat pada pengurangan penyakit kronis tertentu, terutama penyakit pada sistem kardiovaskular.
5. Memberikan Bantuan pada Penderita OsteoporosisPenelitian menunjukkan bahwa susu kedelai mungkin bermanfaat dalam memberikan bantuan dari osteoporosis pada wanita pascamenopause.
Penelitian telah menemukan bahwa diet protein hewani meningkatkan ekskresi kalsium melalui urine, sedangkan diet protein berbasis kedelai tidak memiliki efek yang sama.
Susu kedelai juga diperkaya dengan kalsium sehingga dapat membantu dalam mempertahankan dan menyediakan suplemen bagi tubuh.
Terapi penggantian hormon alami dengan isoflavon kedelai juga dapat meningkatkan retensi massa dan kepadatan tulang.
Dengan demikian ini mengurangi risiko patah tulang pada wanita pascamenopause.
6. Mencegah KankerMenurut penelitian, kadar estrogen serum yang terkait dengan risiko kanker payudara dapat dikurangi dengan asupan susu kedelai.
Wanita pasca-menopause beresiko sangat tinggi untuk kanker payudara dan dapat mengonsumsi produk kedelai untuk memperoleh manfaatnya.
Sebuah studi komprehensif tentang penggunaan produk kedelai telah mempertimbangkan hasil yang ditunjukkan oleh American Cancer Society dan American Institute for Cancer Research.
Penelitian ini menunjukkan bahwa isoflavon dalam susu ini bekerja sebagai agen anti-kanker.
Sehingga memiliki manfaat untuk menurunkan risiko kanker.
7. Mencegah AnemiaSusu kedelai mengandung vitamin B12 yang dapat membantu tubuh saat memproduksi sel darah merah.
Kekurangan sel darah merah bisa menyebabkan ibu mengalami anemia.
Masalah kesehatan ini sangat rentan terjadi pada ibu hamil dan menyusui.
Minuman Apa Saja yang Tidak Boleh untuk Ibu Menyusui?Minuman berkafein tinggi seperti kopi, teh, minuman energi, dan soda sebaiknya dibatasi karena kafein akan masuk ke ASI dan dapat menumpuk dalam tubuh bayi.
Saat itu terjadi, dapat memicu bayi rewel dan gangguan tidur. Melansir Healthline, berbagai panduan kesehatan menganjurkan ibu menyusui tidak mengonsumsi lebih dari sekitar 200–300 mg kafein per hari (kurang lebih 1–2 cangkir kopi tergantung jenisnya).
Selain itu, minuman berenergi biasanya juga mengandung kombinasi kafein tinggi serta herbal atau vitamin dosis besar yang keamanannya pada ibu menyusui belum jelas, sehingga lebih baik dihindari kecuali ada rekomendasi dokter.
Alkohol juga termasuk minuman yang perlu dihindari ibu menyusui karena dapat masuk ke dalam ASI dan memengaruhi sistem saraf bayi.
Organic Facts
https://www.organicfacts.net/health-benefits/beverage/soymilk.html
Kumparan
https://kumparan.com/kumparanmom/5-manfaat-kacang-kedelai-untuk-meningkatkan-produksi-asi-perah-1541418937352269334
Halodoc
https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-susu-kedelai-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui
Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?
Wajib Tahu! Ini 15 Buah untuk Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Gemuk
7 Cemilan Sehat untuk Ibu Menyusui agar ASI Berkualitas dan Banyak!





