Jadi Korban Child Grooming, Aurélie Moeremans Tuliskan Ceritanya Lewat Buku

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Buku "Broken Strings" yang ditulis Aurélie Moeremans kini sedang jadi topik hangat. Aurélie menulis buku tersebut untuk membagikan kisah kelamnya sebagai korban child grooming saat berusia 15 tahun, hingga akhirnya terjebak pernikahan tidak sah bersama pelaku.

Awalnya buku memoar ini hanya tersedia dalam versi bahasa Inggris yang diterbitkan olehnya pada Oktober 2025. Namun, melihat buku ini memiliki pengaruh yang besar, akhirnya Aurélie memutuskan untuk membuat versi bahasa Indonesia agar lebih dekat dengan pembaca tanah air.

Dalam bukunya, perempuan berdarah Belgia-Indonesia ini membuat topik berat menjadi hal yang mudah dicerna. Sebab ia piawai dalam merangkai kata demi kata untuk menjelaskan alur dari pengalamannya.

Cerita yang disampaikan oleh Aurélie diambil dari sudut pandang korban yang mengalami child grooming. Ia dengan tegas menjelaskan tidak ada unsur romantisasi dalam buku yang ditulisnya. Dalam memoar ini, Aurélie menyoroti tiga topik besar yang menjadi inti pengalamannya. Apa saja?

3 Topik Utama dari Buku Memoar Broken Strings1. Child grooming

Dalam bukunya, Aurélie menceritakan proses grooming yang ia alami. Saat itu, ia berusia 15 tahun, sementara pelaku (Bobby–nama samaran) berusia hampir dua kali lipat darinya.

Child Grooming merupakan tindak kekerasan ketika pelaku yang berusia lebih tua membangun hubungan dengan dalih memanfaatkan korban. Itulah yang dilakukan Bobby kepada Aurélie.

Pelaku dengan sengaja mendapati hati korban dengan paksa dan memegang kendali penuh kehidupan pasangannya. Hal ini membentuk jebakan yang sulit dihancurkan olehnya. Aurélie mendapati puluhan ancaman dari pelaku

2. Toxic relationship

Hubungan yang dijalankan oleh Aurélie bukan karena unsur cinta, tapi sebuah keterpaksaan. Bobby yang memiliki sifat manipulatif menjebaknya untuk menjadi kekasihnya.

Bobby pun terus membatasi kehidupan Aurélie dan melontarkan ancaman. Tekanan emosional ini perlahan menggerogoti mentalnya, membuat Aurélie kehilangan kendali atas diri sendiri dan hanya bisa menuruti kehendak pelaku.

3. Kekerasan fisik dan mental

Dalam memoar tersebut, Aurélie secara gamblang menyampaikan pengalaman kekerasan fisik dan mental yang dialaminya. Ia mengungkap, pernah menghadapi kekerasan seksual yang jelas melanggar privasi atas tubuhnya sendiri. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali dengan unsur paksaan atau ancaman.

Saat itu Aurélie yang masih berusia belasan tahun tidak tahu harus berbuat apa. Jika Aurélie menolak, Bobby dengan gampang mengancamnya dan kembali membuat tipu daya.

Tujuan Aurélie Menulis Buku Memoar Broken Strings

Menceritakan pengalaman pahit bukanlah hal yang mudah. Namun, Aurélie memilih untuk bersuara, mendobrak tembok diam yang selama ini melindungi pelaku, bukan korban. Melalui Broken Strings, Aurelie tidak hanya membagikan kisah masa lalunya yang kelam. Keberaniannya juga membawa misi: membantu perempuan lain agar tidak mengalami kisah serupa.

Buku ini dengan mudah dapat diakses secara gratis lewat tautan yang ada di bio Instagram @aurelie. Perempuan berusia 32 tahun itu sengaja membagikannya secara cuma-cuma, karena ia memiliki sebuah misi.

“Niat awalnya adalah, kalau aku bisa menyelamatkan satu aja 'Aurélie kecil' lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku gak sia-sia.. Aku release ini karena memang hanya ingin membantu perempuan-perempuan agar gak usah mengalami apa yang aku alami,” jawabnya.

Aurélie Dapat Dukungan dari Orang Terdekat untuk Bangkit

Dalam Broken Strings, Aurélie menjelaskan kalau dukungan orang tua menjadi kekuatan penting dalam prosesnya untuk bangkit dan kembali membangun hidupnya.

Selain itu, dirinya juga bersyukur karena kini memiliki suami yang selalu mendukungnya. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa memoar Broken Strings dapat terbit berkat dukungan penuh dari sang suami.

Kini, Aurélie telah menemukan kebahagiaan setelah melewati perjalanan hidup yang kelam. Ia pun tengah menanti kelahiran anak pertamanya.

Baca juga: Cerita Unik Pernikahan Aurelie & Tyler Bigenho, Ada Kejutan Tak Direncanakan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasukan Hijau Jakut Evakuasi 29 Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Ini Skema Pengawasan jika Pemilu Dipisah, Bawaslu Bakal Kerja Ganda
• 6 jam laluharianfajar
thumb
8 Karakter Baru yang Muncul di Jujutsu Kaisen Season 3 Culling Game, ini Peran dan Kekuatannya
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Temukan Bekas Jeratan Ikat Pinggang pada Jasad Pria di TPU Bekasi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Teror DJ Donny, Polda Metro Jaya Masih Kumpulkan Bukti dan Periksa 12 Saksi
• 8 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.