Ibu yang Tak Pernah Menyerah

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. John Kennedy Toole adalah peraih Pulitzer Prize bidang sastra pada tahun 1981. Namun ironisnya, karya yang membawanya meraih penghargaan tersebut sebenarnya telah selesai ditulis sejak tahun 1969.

Mengapa butuh waktu begitu lama hingga karyanya diakui?

Pada tahun 1969, Toole menyelesaikan satu-satunya novel panjangnya yang berjudul A Confederacy of Dunces. Dia mengirimkan naskah itu ke berbagai penerbit, tetapi naskah tersebut terus-menerus ditolak dan dikembalikan.

Setelah mengalami penolakan demi penolakan, Toole jatuh dalam keputusasaan yang mendalam. Pada usia 32 tahun, dia mengakhiri hidupnya sendiri, meninggalkan impiannya selamanya.

Namun, kisah ini belum berakhir.

Ibu Toole, yang saat itu telah berusia lebih dari 70 tahun, tetap yakin bahwa putranya adalah seorang jenius sastra. Setelah kematian anaknya, dia terus membawa naskah A Confederacy of Dunces ke berbagai penerbit, berharap suatu hari ada orang yang mau melihat nilainya.

Meski berkali-kali ditolak dan naskahnya dikembalikan, keyakinannya tak pernah goyah.

Setelah ditolak oleh delapan atau sembilan penerbit, akhirnya seorang novelis ternama tertarik pada karya tersebut dan memperkenalkannya kepada Louisiana State University Press. Novel itu pun akhirnya diterbitkan pada tahun 1980.

Begitu terbit, novel tersebut langsung menggemparkan dunia sastra. Setahun kemudian, karya itu dianugerahi Penghargaan Pulitzer, sebuah pengakuan tertinggi dalam dunia sastra Amerika.

Bagi Toole, meski telah tiada, itu adalah penghormatan dan pengakuan tertinggi atas bakatnya.

Hikmah Cerita

Sesungguhnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanyalah orang-orang yang menyerah sebelum keberhasilan tiba.

Betapa banyak orang berhenti tepat ketika mereka hanya tinggal selangkah lagi dari kesuksesan.  Mereka merasa sudah terlalu lelah, mengira jalan telah buntu, dan yakin bahwa keberhasilan takkan pernah datang.

Padahal, di ambang keberhasilan itulah mereka memilih jatuh sebagai pecundang—bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak bertahan cukup lama untuk menang. (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kenakan Tas Noken, Wapres Kunjungi Biak hingga Yahukimo
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PNM Usung Narasi Pemberdayaan Lewat Potret “Perempuan Lentera Kehidupan” di MRT Bundaran HI
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmi! Kuota Haji Jateng Tahun Ini Naik Jadi 34.122 Jemaah
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Teror Molotov DJ Donny, Polisi Periksa 12 Saksi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.