Tuding UEA Rusak Kedaulatan, Somalia Batalkan Semua Kerja Sama

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Republik Federal Somalia membatalkan semua perjanjian dengan Uni Emirat Arab (UEA), termasuk kesepakatan pelabuhan dan kerja sama pertahanan dan keamanan. Alasannya, UEA telah merusak kedaulatan nasionalnya.

Keputusan ini diambil di tengah ketegangan atas pengakuan Israel atas Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia. Juga adanya laporan bahwa pihak UEA menggunakan wilayah Somalia untuk membantu Aidarous al-Zubaidi, pemimpin separatis Yaman (STC), melarikan diri dari Yaman selatan menuju Abu Dhabi, UEA.

“Dewan Menteri telah membatalkan semua perjanjian yang disepakati dengan Uni Emirat Arab, termasuk yang melibatkan lembaga pemerintah federal, entitas afiliasi, dan administrasi regional yang beroperasi di wilayah Republik Federal Somalia,” demikian pernyataan dari Dewan Menteri Somalia pada Senin (12/1) seperti dikutip dari Arab News, Selasa (13/1).

“Keputusan ini berlaku untuk semua perjanjian dan kemitraan yang berkaitan dengan pelabuhan Berbera, Bosaso, dan Kismayo ... (dan) perjanjian kerja sama keamanan dan pertahanan bilateral,” tambah pernyataan tersebut.

Dewan Menteri atau kabinet adalah lembaga eksekutif yang dipimpin perdana menteri—sekaligus kepala pemerintahan. Sedangkan presiden merupakan kepala negara.

Atas keputusan Dewan Menteri, Presiden Mohamed Farmaajo menyambut baik.

"Saya menyambut baik keputusan Kabinet untuk membatalkan semua perjanjian dengan UEA atas pelanggaran ilegal terhadap kedaulatan nasional kami. Keputusan ini memang sangat terlambat, namun lebih baik daripada tidak dilakukan sama sekali. Integritas wilayah dan persatuan Somalia adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kami,” tulisnya di X.

Antara Somaliland dan Separatis Yaman

Mengutip AFP, terdapat perbedaan yang kian mendalam antara Somalia dan UEA terkait sejumlah isu. UEA dipandang secara diam-diam mendukung langkah Israel bulan lalu yang mengakui Somaliland.

Israel menjadi negara pertama yang memberi pengakuan sejak Somaliland menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991.

UEA membangun dan mengoperasikan pelabuhan laut dalam serta pangkalan militer yang besar di Berbera, Somaliland.

Ketegangan kembali memuncak minggu lalu setelah Arab Saudi menuduh UEA membantu seorang pemimpin separatis Yaman, Aidarous Al Zubaidi, melarikan diri menggunakan kapal dan pesawat melalui Berbera dan ibu kota Somalia, Mogadishu, menuju Abu Dhabi.

Lembaga imigrasi Somalia menyatakan mereka tengah menyelidiki "dugaan penggunaan wilayah udara dan bandara nasional Somalia tanpa izin”.

Pemerintah Somalia tidak secara langsung menyebutkan pengakuan atas Somaliland atau dugaan pelarian Zubaidi dalam pernyataannya saat membatalkan kesepakatan dengan UEA.

Pemerintah Somalia menyatakan bahwa keputusan tersebut "didasarkan pada laporan-laporan kredibel dan bukti-bukti kuat mengenai tindakan bermusuhan yang merusak kedaulatan nasional, kesatuan wilayah, dan kemandirian politik."

"Keputusan kabinet hari ini diambil setelah periode kesabaran yang panjang oleh kepemimpinan pemerintah federal," kata mereka.

Somalia terletak di wilayah Tanduk Afrika (Horn of Africa), wilayah paling timur di benua Afrika yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Teluk Aden dan Samudera Hindia.

Meskipun sering dikenal karena kemiskinannya — salah satunya akibat konflik internal, Somalia sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan belum terjamah sepenuhnya. Hal inilah yang menyebabkan banyak negara besar/kaya berebut pengaruh di sana.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Incar Harta Karun Arktik di Tengah Kontroversi Akuisisi
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Upaya Restorative Justice Inara Rusli Ditolak Wardatina Mawa, Harapan Damai Kandas
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Alarm Bahaya! Ekspor RI Kian Merosot di 2026
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Periksa Wakil Katib PWNU Jakarta, KPK Dalami Inisiatif PIHK Bagi Kuota Haji
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Ini Sikap Ideologis dan Historis
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.