JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua RT 04 RW 06, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, Haris, mengungkap motif dibalik penusukan seorang pedagang cilok yang dilakukan rekan sejawatnya.
Haris mengemukakan bahwa motif kejadian diduga karena permasalahan sepele. Pelaku merasa terusik ketika sedang tidur bersama korban.
BACA JUGA:Polri Siap Dukung Kemenhaj Soal Penambahan Kuota Petugas Haji: Fokus Perlindungan Jamaah
BACA JUGA:Pelapor Timothy Ronald Bawa Dua Saksi Saat Diperiksa Polda Metro Terkait Penipuan Kripto!
Perlu diketahui, dalam satu rumah kontrakan itu ditempati oleh lima orang penghuni, dengan latarbelakang sama-sama pedagang cilok keliling.
"Pelaku ini orang baru. Kalau korban itu yang sudah lama istilahnya, punya lah di sini. Atau ketua kosnya di sini," kata Haris kepada Disway.id, Selasa, 13 Januari 2026.
"Jadi, sebelumnya, 3 hari sebelum kejadian ya. Jadi, dia itu merasa terusik ketika tidur, itu kaki si pelaku nyentuh-nyentuh kaki korban," sambung Haris.
Haris tidak begitu paham alasan kaki korban menyentuh kaki pelaku. Tetapi menurutnya, hal tersebut terjadi di luar kesadaran karena memang posisi sedang tidur.
BACA JUGA: Diresmikan di Malang, Ini Kata Prabowo tentang Jebolan SMA Taruna Nusantara
"Dia lagi tidur, kan di luar kesadaran kalau lagi tidur. Mungkin ada yang ngorok, ngulet, namanya beramai-ramai satu ruangan," tuturnya.
Ketika sampai tiga kali melakukan hal yang diduga di luar kesadaran, korban emosi dan terjadilah aksi keributan.
Haris menguraikan bahwa pelaku sempat melaporkan aksi tersebut kepada dirinya. Pelaku juga meminta meminta visum dan ingin melapor kepada pihak kepolisian.
Namun, naluri Haris sebagai RT ditunjukkan. Ia mencoba menenangkan pelaku sambil berusaha membujuk agar berdamai dengan korban.
"Sempat dia lapor ke saya. 'Pak RT, Saya digebukin sama temen saya'. Terus saya tanya. Tujuan kamu ngapain? Saya mau lapor. Dia bilang mau visum, dia bilang gitu. Terus mau lapor ke polsek," urainya.
BACA JUGA:Viral Pak Ogah Tutup Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai, Gak Dibuka Sebelum Diberi Uang!
- 1
- 2
- 3
- »




