Pemprov Kepri Ajukan Pinjaman Rp400 Miliar ke Bank bjb untuk Biayai Infrastruktur 2026

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Kepri, VIVA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memutuskan mengambil kebijakan pinjaman daerah senilai Rp400 miliar ke bank guna membiayai pembangunan infrastruktur pada Tahun Anggaran 2026. Langkah ini ditempuh menyusul keterbatasan kemampuan fiskal daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan, tanpa dukungan pinjaman daerah, sejumlah program pembangunan berpotensi tidak dapat direalisasikan tahun ini.

Baca Juga :
Kapal Kedapatan Bawa BBM Ilegal 11 Ton, Polda Kepri Selidiki Asal Muasalnya
Komisi III DPR Puji Kinerja BNN Berhasil Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kepri

"Kalau tak ada pinjaman, tak ada kegiatan pembangunan tahun ini, karena kondisi fiskal kita memang terbatas," kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa (13/1/2026).

Ansar menjelaskan, rencana pinjaman daerah tersebut telah memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI. Saat ini, Pemprov Kepri hanya tinggal melengkapi sejumlah persyaratan administrasi sebelum pinjaman direalisasikan.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad serahkan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2026
Photo :
  • ANTARA/Ogen

Menurut dia, pinjaman daerah akan dilakukan melalui Bank Jabar Banten (bjb) dengan tenor pengembalian selama dua tahun, yakni pada periode 2026 hingga 2027.

Sebelumnya, Pemprov Kepri sempat merencanakan pinjaman melalui Bank Riau Kepri (BRK). Namun rencana itu terkendala proses penyusunan dewan direksi yang belum rampung serta keterbatasan plafon pinjaman BRK yang hanya mencapai Rp50 miliar.

"Makanya, kita beralih meminjam ke bjb. Bunga pinjamannya juga lebih rendah," ucap Ansar.

Gubernur menambahkan, dana pinjaman sebesar Rp400 miliar tersebut akan difokuskan untuk penguatan infrastruktur pelayanan publik. Salah satunya adalah peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT), mulai dari revitalisasi gedung hingga pembangunan ruang poliklinik baru.

Selain sektor kesehatan, Pemprov Kepri juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Monumen tersebut dibangun sebagai penanda sejarah lahirnya Bahasa Indonesia sekaligus upaya mendorong kunjungan wisata ke Pulau Penyengat. 

"Selebihnya, pinjaman dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur di semua kabupaten/kota se-Kepri, seperti pembangunan jalan, jembatan serta pelabuhan apung," ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, kebijakan pinjaman daerah telah disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan dan memperoleh persetujuan DPRD Kepri, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dalam melakukan pengembalian.(Sumber ANTARA)

Baca Juga :
2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun yang Gagal Diselundupkan di Kepri Akan Diedarkan ke Asia Tenggara
Detik-detik 2 Ton Sabu Gagal Diselundupkan di Kepri, 6 Orang Ditangkap
ASN Meninggal Dunia Usai Kencan dengan PSK di Karimun Kepri

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chengdong Investment Divestasi Saham BUMI Senilai Rp1,52 Triliun
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Iblis Waru, Perenggut Jiwa yang Malang
• 7 jam laluharianfajar
thumb
13 Acara TV dan Drama Kim Hye-Yoon Terbaik, Terbaru Ada ‘No Tail to Tell’!
• 13 jam lalutheasianparent.com
thumb
PKS soal PDIP Usul Pilkada E-Voting: Kita Bahas Secara Akademik Dulu
• 8 jam laludetik.com
thumb
Rupiah Terus Melemah, Pasar Soroti Ancaman Pidana ke Ketua The Fed dan Instabilitas Politik AS
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.