Emisi Karbon AS Melesat di Tahun Pertama Pemerintahan Trump

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —  Emisi gas rumah kaca Amerika Serikat naik untuk pertama kalinya dalam dua tahun pada 2025, bertepatan dengan tahun pertama kepemimpinan Presiden Donald Trump yang kembali menarik AS dari komitmen iklim global.

Mengutip Reuters, emisi karbon AS tumbuh 2,4% pada 2025, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,1%. Kenaikan ini terutama didorong oleh kenaikan permintaan sektor ketenagalistrikan dan pemakaian bahan bakar untuk sistem penghangat bangunan, menurut laporan Rhodium Group yang dirilis Selasa (13/1/2025).

Rhodium Group mengestimasi, lonjakan emisi secara keseluruhan berasal dari kenaikan emisi sektor pemanas bangunan yang meningkat 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya, serta kenaikan 3,8% emisi sektor ketenagalistrikan. Adapun peningkatan emisi listrik dipicu oleh bertambahnya pembangkit berbahan bakar batu bara guna memenuhi lonjakan permintaan listrik dari pusat data dan aktivitas penambangan bitcoin.

Menurut Rhodium, kenaikan emisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak perubahan kebijakan yang diterapkan pemerintahan Trump. Pemerintah AS disebut tengah menggulirkan langkah deregulasi lingkungan, menghentikan pengumpulan data emisi gas rumah kaca, serta memangkas insentif energi terbarukan demi mendorong peningkatan produksi bahan bakar fosil.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

“Hal ini bisa berubah dalam satu atau dua tahun ke depan, terutama jika permintaan listrik dari pusat data terus melonjak dan sistem kelistrikan meresponsnya dengan meningkatkan output dari pembangkit fosil yang sudah ada, alih-alih membangun sumber energi bersih baru,” tulis laporan tersebut, dikutip dari Reuters.

Rhodium juga mencatat pencabutan kredit pajak federal pada 2025 berpotensi menghambat pertumbuhan kendaraan listrik, yang selama ini “menahan laju” emisi dari sektor transportasi.

Baca Juga

  • Penurunan Emisi Karbon Prancis pada 2025 Meleset dari Target
  • Emisi Karbon Jerman Turun Tipis Sepanjang 2025
  • Jumlah Titik Panas Turun 29,4% Pada 2025

Di sektor ketenagalistrikan, kebutuhan listrik untuk mendukung ekspansi kecerdasan buatan di AS turut mendorong kenaikan harga gas alam. Kondisi ini memicu lonjakan produksi listrik berbasis batu bara sebesar 13%, menjadikan 2025 sebagai tahun kedua dalam satu dekade terakhir di mana penggunaan batu bara kembali meningkat.

Meski demikian, Rhodium menegaskan bahwa tren kenaikan tersebut mengubah arah penurunan jangka panjang pembangkitan listrik dari batu bara, yang telah menyusut sekitar 64% sejak mencapai puncaknya pada 2007.

“Emisi juga tumbuh lebih cepat dibandingkan ekonomi pada 2025, dengan produk domestik bruto riil diproyeksikan meningkat 1,9%. Ini membalikkan tren pemisahan antara pertumbuhan emisi dan aktivitas ekonomi yang terjadi dalam dua tahun sebelumnya,” tulis Rhodium.

Sebagai catatan, pada akhir 2024 pemerintahan Presiden Joe Biden menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 61–66% di bawah level 2005 pada 2035, sesuai komitmen Perjanjian Paris.

Namun, pemerintahan Trump membatalkan target tersebut dan secara resmi menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Paris serta Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Kuba Tolak Tuduhan AS Soal Imbalan Pasokan Minyak Venezuela
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dampingi Presiden Resmikan Infrastruktur RDMP, Menko AHY: Tonggak Kemandirian Energi Nasional
• 12 jam laludisway.id
thumb
Paramount Gugat Kesepakatan Warner Bros-Netflix ke Pengadilan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Saham Konglomerasi Berguguran Saat IHSG Bergejolak
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Indonesia Masters 2026 Siap Kembali Bergulir di Istora: Pesta Bulu Tangkis untuk Semua!
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.