VIVA – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman yakin dapat membujuk pemain dispora 'Grade A' agar bersedia membela Garuda. Juru taktik asal Inggris tersebut sudah punya pengalaman membujuk pemain, ketika masih menangani Timnas Kanda.
Ketika itu, Herdman mampu meyakinkan Stephen Eustaquio, gelandang FC Porto, untuk memilih membela Timnas Kanada. Padahal, sang pemain berkarier di Portugal dan memiliki darah Portugal.
Pandangan tersebut disampaikan Herdman dalam sesi perkenalan resminya sebagai pelatih Timnas Indonesia yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Menurut Herdman, menemukan pemain berkualitas sejatinya bukan hal tersulit. Tantangan sesungguhnya adalah menyentuh sisi emosional mereka agar mau mengikatkan diri dengan Indonesia.
“Saya rasa tidak sulit untuk melihat di mana para pemain terbaik berada. Fokus kami adalah membawa pemain terbaik ke negara ini,” ujar Herdman.
Namun ia mengakui, pemain-pemain grade A selalu berada di persimpangan pilihan. Mereka kerap dihadapkan pada peluang membela negara kelahiran atau negara leluhur.
“Meyakinkan mereka untuk bermain bagi Indonesia adalah langkah besar, karena selalu ada banyak peluang lain,” lanjutnya.
Di titik inilah Herdman mengandalkan senjata andalannya: mimpi besar. Ia ingin menawarkan sesuatu yang melampaui sekadar proyek jangka pendek, yakni kesempatan mencetak sejarah.
Menurut Herdman, peluang menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia tampil di Piala Dunia memiliki daya tarik luar biasa. Nilai emosional inilah yang diyakininya mampu meluluhkan hati para pemain diaspora.
“Ketika para pemain melihat dan merasakan semangat ini, kesempatan untuk menjadi kelompok pertama yang membawa negara ini ke Piala Dunia akan menjadi daya tarik yang sangat besar,” tegasnya.
Sebagai pembuktian, Herdman mengangkat kisah Stephen Eustaquio. Gelandang tersebut nyaris membela Timnas Portugal sebelum akhirnya memilih Kanada karena visi jangka panjang yang ditawarkan.
“Itu juga yang meyakinkan Stephen Eustaquio untuk tidak bermain bagi Portugal dan memilih Kanada,” kenang Herdman.
Blueprint itulah yang kini ingin ia terapkan di Timnas Indonesia membangun tim bukan hanya dengan kualitas, tetapi juga dengan keyakinan dan mimpi besar bernama Piala Dunia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470804/original/040722600_1768233931-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_22.11.10.jpeg)



