FAJAR.CO.ID, MAROS — Polsek Moncongloe masih melakukan pendalaman terhadap dua kasus pencurian sepeda motor yang terjadi dalam kurun waktu 10 hari terakhir di kawasan Perumahan Royal Sentraland.
Kapolsek Moncongloe, Ipda Ramadhan Tabahrudin, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan petunjuk awal.
Termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sempat merekam pergerakan pelaku di sekitar lokasi kejadian.
“Itu masih pendalaman, mengidentifikasi CCTV yang sempat tertangkap di jalanan,” ujar Ramadhan kepada fajar.co.id, Selasa (13/1/2026).
Namun demikian, upaya tersebut masih menemui kendala. Rekaman CCTV yang ada belum cukup jelas untuk mengungkap identitas pelaku.
“Karena buram, jadi belum mengidentifikasi wajah pelaku. Sementara pendalaman anggota,” sebutnya.
Minimnya saksi di lokasi kejadian juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian.
Kata Ramadhan, hingga kini belum ada warga yang bisa memberikan keterangan kunci terkait pelaku pencurian.
“Seandainya ada saksi yang melihat, mengenali, sudah lama kita tangkap. Minim saksi di sana,” ungkapnya.
Terkait dugaan apakah pelaku merupakan orang yang sama dengan kasus pencurian sebelumnya sejak 2023, Ramadhan menegaskan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.
Ia menyebut, kuat dugaan pelaku berasal dari luar wilayah Moncongloe. “Memang orang luar yah yang masuk ke dalam,” terangnya.
Ia juga menyinggung akses keluar-masuk wilayah Moncongloe yang relatif terbuka dari berbagai arah, mulai dari Gowa, Makassar, BTP hingga Daya, sehingga memudahkan mobilitas pelaku kejahatan.
“Segitu gampangnya akses masuk ke Moncongloe. Mulai dari arah Gowa, Makassar, BTP, Daya,” jelasnya.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan apakah kasus pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama atau merupakan bagian dari sindikat tertentu.
“Kami belum identifikasi bahwa apakah orang yang sama atau sindikatnya mereka, kami masih dalami,” tandasnya.
Ramadhan menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi jajarannya.
Ia berharap dalam waktu dekat ditemukan petunjuk yang mengarah langsung kepada pelaku.
“Semoga kami bisa ada petunjuk yang mengarah ke pelaku. Supaya kami bisa ungkap sampai ke akar-akarnya. Ini juga menjadi PR kami,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengamankan kendaraan bermotor. Imbauan tersebut rutin disampaikan dalam kegiatan Jumat Curhat kepada warga.
“Imbauan kami, terutama pada Jumat curhat, kami himbau masyarakat agar memasang kunci ganda setiap memarkir motornya,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak memarkir kendaraan sembarangan, apalagi meninggalkan kunci masih menempel di motor.
“Jangan memarkir sembarang, kadang lupa mencabut kuncinya. Umpama kalau yang pakai cakram itu paling bagus pakai gambok. Biayanya kurang lebih mungkin hanya Rp20 ribuan. Artinya sudah aman kendaraannya,” kuncinya. (Muhsin/fajar)





