Prognosa IHSG Sentuh 9.700 di 2026 Terdorong Disiplin Fiskal Prabowo

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal melaju hingga mencapai level 9.700 pada 2026 atau mendekati target yang diincar oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.

Melansir IDX Mobile, IHSG ditutup naik 0,72% ke 8.948,30. Pada sesi I tadi, indeks komposit melemah 0,001% di level 8.884,62. Level IHSG saat ini menjadi rekor ATH baru, melampaui rekor sebelumnya di 8.944,81 pada penutupan pasar Rabu, 7 Januari 2026.

Hari ini, indeks komposit menguat ditopang oleh 358 saham yang ditutup menguat. Sisanya, 349 saham ditutup melemah dan 251 saham tidak berubah. 

Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde memprediksi IHSG dapat mencapai 9.700 tahun ini yang sebagian besar didorong oleh perbaikan valuasi atas kapitalisasi pasar saham secara umum, maupun pendapatan perusahaan yang diperkirakan semakin membaik di tahun ini. 

Dia pun mengakui bahwa prediksinya itu tidak jauh dari prediksi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Bendahara Negara itu sempat memprediksi IHSG tahun ini bisa mencetak rekor 10.000.

Baca Juga : IHSG Ditutup Rebound! Cetak ATH Baru ke 8.948 Usai Melemah di Sesi I

Adapun dari sisi sentimen, Herald menyebut pasar saham masih membutuhkan sentimen positif dari sisi global. Kondisi akan membaik ketika semakin besar aliran modal asing masuk kembali ke negara-negara emerging markets, seperti Indonesia, setelah sebelumnya hanya masuk ke negara-negara seperti Korea Selatan dan Taiwan.  

"Kita membutuhkan bukti bahwa pertumbuhan pendapatan benar-benar terjadi di Indonesia. Jadi, musim pelaporan sangat penting untuk itu dan apabila risiko tidak meningkat," ujar Herald, dikutip Selasa (13/1/2026). 

Selain sentimen positif dari global, pasar saham dinilai membutuhkan tidak adanya sentimen negatif dari domestik berupa potensi pelebaran defisit fiskal melampaui batas 3%. 

Menurut Herald, apabila pemerintah memutuskan untuk melanggar batas undang-undang (UU) tersebut, akan ada konsekuensinya juga akan berpengaruh ke pasar saham. 

"Apabila, misalkan, pemerintah bakal memutuskan untuk melampaui batas defisit fiskal 3%, yang mana itu tidak terjadi saat ini, namun apabila mereka berubah pikiran, itu mungkin akan menimbulkan risiko di saham. Jadi, itu yang akan bisa mengubah cerita saat ini," terangnya. 

Dalam catatan Bisnis.com, IHSG sepanjang tahun lalu mengakhiri perdagangannya dengan menanjak 22,13% ke level 8.646,93. Pada tahun lalu, IHSG juga sempat mencetak beberapa kali rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Survei RPI: 76,2 Persen Publik Optimistis Transformasi Polri di 2026
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Efek Chaos Manchester United, Roma Mundur Teratur dari Joshua Zirkzee?
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Adam Deni Kawal Korban Dugaan Penipuan Kripto ke Polda Metro Jaya, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
• 11 jam lalugrid.id
thumb
12 Malam Tanpa Internet, Iran Berubah Jadi Medan Perang
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Puji Para Alumni
• 59 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.