Presiden Prabowo Subianto meresmikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1). Prabowo mengatakan pendirian sekolah ini bertujuan untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa guna mendapatkan pembinaan.
“Wadah-wadah semacam SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan oleh setiap negara dari pengamatan kita kepada negara-negara yang berkembang dengan pesat,” kata Prabowo saat memberikan sambutan, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan, negara-negara dengan tingkat pembangunan dan peradaban yang maju telah lama mengembangkan banyak sekolah unggulan untuk mencetak sumber daya manusia terbaik.
Ia mencontohkan Malaysia telah memiliki lebih dari 20 sekolah sejenis Taruna Nusantara selama puluhan tahun. Ia juga menyebut Inggris yang sejak ratusan tahun lalu membangun ratusan sekolah serupa sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan bangsa.
Prabowo mengatakan, dirinya berkomitmen memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penambahan kampus pendidikan SMA Taruna Nusantara. Prabowo menceritakan SMA Taruna Nusantara di Magelang telah berdiri sejak 1990. “
Waktu itu didorong oleh Panglima ABRI saat itu Jendral TNI LB Murdani. Kemudian diteruskan oleh Jenderal TNI Try Sutrisno,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menguraikan sudah ada tiga kampus SMA Taruna Nusantara yang telah beroperasi, yakni Magelang, Malang, dan Cimahi.
Prabowo menjelaskan pemerintah juga tengah membangun kampus baru di Kalimantan, tepatnya di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara dan Kota Pagar Alam Sumatera Selatan.
“Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi," kata Prabowo
Lebih jauh, pemerintah juga berencana menambah 20 sekolah unggulan baru yang akan diberi nama SMA Garuda. Prabowo menyatakan pemerintah menargetkan setiap provinsi memiliki setidaknya satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda.
“Rencana saya juga di tiap kabupaten juga bikin sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 (sekolah) bisa selesai dalam empat tahun ke depan,” ujarnya.
Puji Alumni Taruna NusantaraDalam kunjungan ke Malang kali ini, Prabowo turut membawa sejumlah anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat negara yang merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara.
Rombongan pejabat itu antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga menjabat Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara sekaligus alumni Taruna Nusantara angkatan ke-5.
Prabowo juga didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, alumni angkatan ke-6, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-5.
Selain itu, hadir pula Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, alumni angkatan ke-11, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri yang merupakan alumni angkatan ke-6.
Prabowo juga mengajak Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Profesor Teuku Faisal Fathani yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan pertama.
Turut serta Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya sebagai alumni angkatan ke-15, serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal TNI Edwin Sumanta selaku alumni angkatan ke-2.
“Sejak 1990 sampai sekarang terbukti bahwa kader-kader lulusan Taruna Nusantara telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional. Bahkan di kabinet yang saya pimpin, tadi sudah saya sebut alumni-alumninya,” ujar Prabowo.




