Produksi Papa Zola The Movie Telan Biaya Hingga Rp85 Miliar, Apa yang Menarik dari Film Animasi Ini?

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Produksi film animasi menuntut biaya besar dan proses panjang. Papa Zola The Movie membuktikan hal tersebut lewat investasi animasi yang mencapai Rp85 miliar. Dana besar itu digunakan untuk menghadirkan kualitas visual tinggi sekaligus cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga film ini mampu bersaing di level internasional.

Sutradara Nizam Abdul Razak menjelaskan bahwa besarnya biaya animasi tersebut sejalan dengan ambisi tim produksi untuk menghadirkan animasi lokal berstandar global. Ia menekankan bahwa Papa Zola The Movie tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga menempatkan cerita sebagai fondasi utama. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Papa Zola The Movie Siap Tayang, Surat Cinta untuk Para Ayah dan Pejuang Nafkah
Kalahkan Avatar di Malaysia! Papa Zola The Movie Siap Tayang di Indonesia, Kapan?

“Dan kita tengok cerita Papa Zola itu sendiri ialah cerita tentang kehidupan. Jadi ramai orang yang menonton cerita Papa Zola, mereka sangkakan cerita ini lebih kepada superhero kan?” kata Nizam di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Biaya animasi Rp85 miliar dalam Papa Zola The Movie tercermin dari detail visual yang kaya, pergerakan karakter yang halus, serta penggambaran emosi yang kuat. Tim produksi merancang setiap adegan melalui tahapan panjang, mulai dari pengembangan karakter, animasi ekspresi wajah, hingga tata cahaya yang mendukung suasana cerita.

Pendekatan tersebut menempatkan Papa Zola The Movie sejajar dengan film animasi beranggaran besar, tanpa meninggalkan identitas lokalnya. Teknologi animasi dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat pesan emosional, khususnya dalam menggambarkan perjuangan seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) demi keluarganya.

Investasi animasi yang besar itu berbanding lurus dengan respons penonton, terutama di Malaysia. Banyak penonton mengaku terkejut karena film animasi yang mereka saksikan tidak sekadar menyajikan aksi atau hiburan anak-anak, melainkan cerita kehidupan yang dekat dengan realitas.

“Oh, sebenarnya cerita dia pasal kehidupan, tentang pengorbanan seorang bapak, tentang sayangnya kepada istri dan anak-anak,” lanjut Nizam menirukan respons penonton.

Ia menilai keberhasilan tersebut menegaskan bahwa biaya animasi yang besar tidak menjadi sia-sia ketika didukung cerita yang kuat dan emosional. Penonton tidak hanya menikmati kualitas visual, tetapi juga merasakan kedekatan emosional dengan karakter di layar.

Baca Juga :
Film Animasi 5 Centimeters Per Second Makoto Shinkai Akan Tayang di Bioskop Indonesia, Catat Tanggalnya!
Film Animasi Berkembang dan Voice Over Makin Dibutuhkan, Wamenekraf: Potensi Indonesia Itu Banyak Banget Loh!
Kasih Nilai 3/10 Buat Film Merah Putih: One for All, Amel Carla Dituding Jadi Buzzer Hingga Mau Diboikot

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tender Terlalu Mepet, Pengerjaan Proyek Lelet
• 9 jam laluharianfajar
thumb
KKP Gagalkan Impor Ikan Beku Ilegal Hampir 100 Ton, Selamatkan Negara dari Kerugian Rp4,48 Miliar
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Sahroni Rugi Rp 80 Juta akibat Penjarahan Rumah: Saya Tak Korupsi tapi Dijarah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Peneliti Temukan Satwa Langka Macan Dahan-Kucing Merah di Wehea-Kelay Kaltim
• 59 menit lalukumparan.com
thumb
Frank & co. Buka Kembali Butik di Plaza Senayan, Interiornya bak Kotak Perhiasan
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.