Perbaikan Jembatan P6 Lalan Ditargetkan Selesai dalam Tujuh Bulan

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan perbaikan Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin rampung dalam waktu tujuh bulan setelah alur Sungai Lalan dibuka kembali untuk aktivitas angkutan batu bara. Pembukaan alur sungai ini dimulai pada 12 Januari 2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel, Apriyadi, menyatakan bahwa komitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan dalam tenggat waktu yang ditetapkan telah disepakati bersama dengan perusahaan pengguna alur.

Apriyadi menjelaskan, kepastian penyelesaian ini didukung dengan penyetoran dana kewajiban perusahaan sebesar Rp35 miliar oleh Asosiasi Pengguna Alur Sungai Lalan (AP6L) ke rekening Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu. Dana ini merupakan bagian dari total nilai kontrak perbaikan jembatan sebesar Rp68 miliar. Kontraktor pelaksana telah mulai bekerja sejak 2 Januari 2026.

Pemprov Sumsel memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat agar progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. Pencairan dana dilakukan bertahap dan harus melalui validasi pemerintah daerah, serta pembayaran hanya dilakukan jika progres di lapangan benar-benar sesuai.

Pihak perusahaan juga menegaskan kesiapannya memberikan jaminan tambahan berupa bank garansi jika terjadi kekurangan dana selama proses pengerjaan, sehingga target penyelesaian tidak terganggu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pembukaan kembali alur Sungai Lalan telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Dengan pembukaan ini, diharapkan mulai 13 Januari, tongkang batu bara sudah bisa kembali melintas.

Sebelumnya, Pemprov Sumsel menutup alur Sungai Lalan sejak 1 Januari 2025 karena perusahaan belum melunasi sisa kewajiban pendanaan perbaikan Jembatan P6 Lalan. Selama masa penutupan, alur sungai hanya dibuka terbatas untuk kapal pengangkut kebutuhan pokok, hasil bumi, dan material pendukung Proyek Strategis Nasional.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terbongkar, Ini Kronologi Pencurian Rumah Kosong di Sukorejo Ponorogo oleh Tetangga Sendiri
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Jisung NCT dikabarkan akan bintangi drama “Crash 2” 
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Tolak Pilkada lewat DPRD, Warga Nilai Alasan Efisiensi Anggaran Dibuat-buat
• 11 menit lalukompas.com
thumb
Cegah Banjir, Pramono Siapkan Anggaran Modifikasi Cuaca Selama 30 Hari
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polemik Kuota Haji Makin Panas, Said Didu Bicara Tekanan, Islah Bahrawi Singgung Perintah Jokowi
• 3 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.