Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan subsidi angkutan udara perintis berperan penting dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, terutama daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, dalam keterangan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa, mengatakan penerbangan perintis merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin konektivitas antardaerah, khususnya di wilayah 3TP.
“Penerbangan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah 3TP,” kata Ambar.
Baca juga: Kemenhub: Angkutan udara perintis pada 2025 prioritaskan wilayah 3TP
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan secara resmi melaksanakan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Gorontalo Tahun Anggaran 2026 di Manado, Senin (12/1).
Penerbangan tersebut dilayani oleh PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang.
Ambar mengatakan layanan tersebut menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo melalui beberapa rangkaian rute penerbangan perintis yang dilayani mulai Senin hingga Sabtu.
Baca juga: Kemenhub tanda tangani kontrak subsidi angkutan udara perintis Langgur
Adapun rute penerbangan pada Senin meliputi Manado–Siau–Naha (pergi pulang/PP) dan Manado–Melonguane–Miangas (PP). Selanjutnya, pada Selasa meliputi Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP), serta Gorontalo–Bolaang–Manado.
Pada Rabu, rute penerbangan meliputi Manado–Siau–Naha (PP) dan Manado–Melonguane–Miangas (PP). Kamis meliputi Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Pohuwato (PP), serta Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP). Jumat meliputi Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP) dan Gorontalo–Bolaang (PP). Sementara pada Sabtu meliputi Manado–Melonguane (PP).
Menurut Ambar, dengan adanya penerbangan perintis, waktu tempuh dapat dipersingkat dan menjadi moda alternatif pilihan masyarakat untuk beraktivitas ke luar daerah, yang pada akhirnya menjadi penggerak peningkatan pelayanan publik dan ekonomi.
Baca juga: Bandara DEO buka angkutan udara perintis penumpang dan kargo di PBD
Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat peningkatan frekuensi penerbangan, contohnya pada rute Manado–Melonguane, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari dua kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
“Hal tersebut merupakan hasil evaluasi tahun lalu atas tingginya permintaan masyarakat serta untuk menjaga kelancaran konektivitas antardaerah,” ujar Ambar.
Selain itu, tersedia subsidi angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Tahun Anggaran 2026 berupa subsidi ongkos angkut avtur untuk rute yang memerlukan pengisian bahan bakar, yakni sebanyak 540 drum yang ditempatkan di Bandar Udara Naha dan Bandar Udara Melonguane.
Baca juga: Kemenhub perkuat koordinasi penyelenggaraan angkutan udara perintis
“Subsidi ini diberikan agar biaya avtur yang ditanggung BUAU (Badan Usaha Angkutan Udara) tetap setara dengan bandar udara yang telah memiliki Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Aviation,” jelasnya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan udara perintis, termasuk pemantauan aspek keselamatan dan kepatuhan operasional.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas layanan guna memastikan angkutan udara perintis berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi bersama operator penerbangan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan,” kata Ambar.
Baca juga: Kemenhub komitmen awasi program angkutan udara perintis
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, dalam keterangan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa, mengatakan penerbangan perintis merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin konektivitas antardaerah, khususnya di wilayah 3TP.
“Penerbangan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah 3TP,” kata Ambar.
Baca juga: Kemenhub: Angkutan udara perintis pada 2025 prioritaskan wilayah 3TP
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan secara resmi melaksanakan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Gorontalo Tahun Anggaran 2026 di Manado, Senin (12/1).
Penerbangan tersebut dilayani oleh PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang.
Ambar mengatakan layanan tersebut menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo melalui beberapa rangkaian rute penerbangan perintis yang dilayani mulai Senin hingga Sabtu.
Baca juga: Kemenhub tanda tangani kontrak subsidi angkutan udara perintis Langgur
Adapun rute penerbangan pada Senin meliputi Manado–Siau–Naha (pergi pulang/PP) dan Manado–Melonguane–Miangas (PP). Selanjutnya, pada Selasa meliputi Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP), serta Gorontalo–Bolaang–Manado.
Pada Rabu, rute penerbangan meliputi Manado–Siau–Naha (PP) dan Manado–Melonguane–Miangas (PP). Kamis meliputi Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Pohuwato (PP), serta Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP). Jumat meliputi Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP) dan Gorontalo–Bolaang (PP). Sementara pada Sabtu meliputi Manado–Melonguane (PP).
Menurut Ambar, dengan adanya penerbangan perintis, waktu tempuh dapat dipersingkat dan menjadi moda alternatif pilihan masyarakat untuk beraktivitas ke luar daerah, yang pada akhirnya menjadi penggerak peningkatan pelayanan publik dan ekonomi.
Baca juga: Bandara DEO buka angkutan udara perintis penumpang dan kargo di PBD
Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat peningkatan frekuensi penerbangan, contohnya pada rute Manado–Melonguane, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari dua kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
“Hal tersebut merupakan hasil evaluasi tahun lalu atas tingginya permintaan masyarakat serta untuk menjaga kelancaran konektivitas antardaerah,” ujar Ambar.
Selain itu, tersedia subsidi angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Tahun Anggaran 2026 berupa subsidi ongkos angkut avtur untuk rute yang memerlukan pengisian bahan bakar, yakni sebanyak 540 drum yang ditempatkan di Bandar Udara Naha dan Bandar Udara Melonguane.
Baca juga: Kemenhub perkuat koordinasi penyelenggaraan angkutan udara perintis
“Subsidi ini diberikan agar biaya avtur yang ditanggung BUAU (Badan Usaha Angkutan Udara) tetap setara dengan bandar udara yang telah memiliki Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Aviation,” jelasnya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan udara perintis, termasuk pemantauan aspek keselamatan dan kepatuhan operasional.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas layanan guna memastikan angkutan udara perintis berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi bersama operator penerbangan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan,” kata Ambar.
Baca juga: Kemenhub komitmen awasi program angkutan udara perintis




