Medan, VIVA – Sumatera Utara kembali membuktikan reputasinya sebagai gudang talenta seni Tanah Air. Hal itu terasa kuat dalam gelaran nasional Aice Got You! Panggung Crispymu! yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan, awal 2026. Ajang ini menjadi ruang temu antara bakat lokal dan figur hiburan nasional, sekaligus menegaskan bahwa panggung musik berkualitas tak melulu harus hadir di Jakarta.
Sorotan utama datang dari kehadiran musisi Marcello Tahitoe alias Ello yang duduk sebagai juri. Menurut Ello, energi panggung Medan selalu punya warna tersendiri yang sulit ditemukan di kota lain. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Medan ini selalu beda rasanya. Penampilan 15 peserta di Grand Final luar biasa keren. Setiap peserta yang tampil itu punya karakter yang kuat tersendiri,” ujar Ello dalam keterangannya, dikutip Rabu 14 Januari 2026.
Pernyataan Ello tersebut seakan menjadi validasi atas kualitas para peserta yang tampil. Mulai dari penyanyi solo, penari modern, hingga musisi dengan pendekatan eksperimental, semuanya hadir dengan identitas yang kuat dan berani.
Salah satu penampilan yang paling menyedot perhatian adalah Jacky Raju Sembiring. Ia tampil mencolok dengan memadukan Dawai Kulcapi dan suling khas Karo ke dalam balutan Electronic Dance Music (EDM) serta lagu-lagu pop global. Eksperimen lintas generasi itu membawanya keluar sebagai juara.
“Di ajang ini saya ingin menunjukkan bahwa musik tradisional itu tidak kalah keren. Mengingat Medan kaya akan budaya, saya ingin memperkenalkan alat musik tradisional Karo lebih luas lagi ke masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Jacky.
Tak hanya Ello, komika Oki Rengga turut memberikan warna hiburan di panggung tersebut. Sebagai putra daerah, Oki mengaku bangga melihat talenta Medan tampil lepas dan percaya diri di hadapan publik luas.
“Saya selaku orang Medan asli merasa bangga. Aku tahu betul kalau anak Medan tampil pasti membanggakan. Kali ini di panggung Aice Got You! Pecah! ngeri nih panggung,” tuturnya.
Di sisi lain, Medan memang memiliki sejarah panjang sebagai rahim seniman. Dari generasi legenda seperti Diana Nasution, Eddy Silitonga, hingga Victor Hutabarat, estafet itu kini diteruskan oleh nama-nama besar seperti Judika, Virzha, Lyodra Ginting, dan Anggi Marito. Ajang panggung terbuka seperti ini menjadi titik temu antara warisan budaya dan ekspresi musik modern.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4439926/original/084104900_1684943039-Logo_Timnas_Indonesia__Bola.com-Erisa_Febri_.jpg)