Jakarta, IDN Times - Pemerintah Greenland menyatakan tidak dapat menerima dalam keadaan apa pun keinginan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengambil alih wilayah tersebut. Pada Senin (12/1/2026), pihaknya mengatakan bahwa wilayah yang kaya mineral itu merupakan bagian dari kerajaan dan Persemakmuran Denmark sekaligus anggota NATO.
Mengutip The Guardian, pemerintah akan meningkatkan upaya untuk memastikan pertahanan wilayahnya berlangsung dalam kerangka NATO. Mereka percaya Greenland akan selamanya menjadi bagian dari aliansi pertahanan Barat, di mana semua negara anggota NATO, termasuk AS, memiliki kepentingan bersama dalam pertahanan pulau tersebut.
Sebagai informasi, Trump menegaskan kembali minatnya untuk mengambil alih Greenland dengan cara apa pun, termasuk dengan kekuatan militer. Trump mengatakan, AS perlu mengendalikan wilayah tersebut untuk meningkatkan keamanan Arktik dalam rangka menghadapi ancaman China dan Rusia.





