GenPI.co - PKS menyatakan tak mau buru-buru menyikapi usulan Pilkada melalui DPRD yang digulirkan oleh sejumlah elite partai politik.
Sekjen PKS Muhammad Kholid mengatakan wacana tersebut, perlu dibahas mendalam dan komprehensif, dengan melibatkan partisipasi publik secara luas.
“Wacana ini harus dibahas di meta terbuka, transparan, dan partisipatif dengan rakyat. Kami tak buru-buru membuat keputusan,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (14/1).
Anggota Komisi XI DPR itu menyampaikan Pilkada secara langsung merupakan konstitusional dan demokratis. Sementara itu, pemilihan melalui DPRD juga demokratis.
Dia menilai Pilkada secara langsung sejak 20 tahun terakhir, memang punya evaluasi yang harus dilakukan secara objektif, rasional, dan berbasis akademik.
“Kita dengar pandangan warga, pandangan para akademisi, tokoh-yokoh bangsa, ormas, sehingga memenuhi partisipasi publik,” ujarnya.
Sebelumnya, Partai Golkar melontarkan usulan Pilkada melalui DPRD. Sebab, pemilihan secara langsung mempunyai permasalahan serius.
Persoalan yang dimaksud, seperti maraknya politik uang dan terjadi fragmentasi sosial, akibat polarisasi politik berkepanjangan.
Usulan itu pun didukung oleh sejumlah partai politik yang ada di parlemen, seperti Partai Gerindra, NasDem.
Kemudian, Partai Amanat Nasional, PKB, dan Partai Demokrat. Sementara itu, yang tegas menolak adalah PDIP. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F11%2F04%2F544a93261d59bedf62ce5cac7be78030-cropped_image.jpg)