Menhan ke Prajurit Infanteri: Cari, Temukan, dan Hancurkan Musuh!

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

KUTAI BARAT, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membakar semangat para prajurit saat memberikan arahan kepada personel TNI Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 837/Mahakam Cakti Yudha, Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026).

“Di tempat ini saya ingin memacu semangatmu agar kamu terus berlatih. Kamu adalah prajurit Batalyon Infanteri yang bertugas untuk mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh!” kata Sjafrie.

Oleh karena itu, Sjafrie meminta para prajurit untuk membuktikan kemampuan prajurit infanteri saat bertugas menjalankan operasi.

Baca juga: Menhan Ungkap Tugas Tambahan untuk Yonif TP, Tak Cuma Hancurkan Musuh

Selain tugas tempur, purnawirawan TNI bintang empat itu menyampaikan bahwa prajurit Yonif TP memiliki peran tambahan sebagai pendukung pembangunan ekonomi nasional.

Menurut dia, TNI dapat membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai kesulitan pembangunan di daerah.

Ia menjelaskan, peran tersebut diwujudkan melalui pembentukan kompi-kompi dengan kemampuan khusus, seperti kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi.

Kemampuan tambahan itu, kata dia, dibekalkan agar prajurit mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat.

KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memeriksa langsung kelengkapan prajurit setibanya di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha, Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026).

Dengan dua peran tersebut, Sjafrie menggarisbawahi bahwa TNI harus berada di tengah-tengah rakyat.

“Kamu harus bisa bersatu dengan rakyat. Kamu harus tahu apa kesulitan rakyat. Dan kamu harus tahu bagaimana membantu rakyat di dalam mengatasi kesulitan,” ungkap dia.

Karena itu, Sjafrie mengingatkan agar prajurit tidak pernah berhenti berlatih dan terus menjalin hubungan dengan rakyat.

Ia mengibaratkan hubungan prajurit dan rakyat seperti ikan dengan air yang tidak dapat dipisahkan.

Baca juga: Menhan Sebut TNI Berlakukan Meritokrasi, Penugasan Tak Pandang Senior atau Junior

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ini kamu harus camkan betul. Sebagai prajurit Batalyon Infanteri 827, agar supaya kamu bisa menjadi prajurit yang andal, kamu bisa menjadi prajurit tempur yang disegani oleh kawan dan ditakuti oleh lawan,” jelasnya.

Sjafrie berharap, dari batalion tersebut kelak lahir prajurit-prajurit unggul yang dapat menjadi tulang punggung dalam pembinaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Auriga: Deforestasi Skala Industri, Toba Pulp Lestari Tak Bisa Cuci Tangan
• 26 menit lalukatadata.co.id
thumb
Omar Halawa Si Bocah Gaza: Kakiku Pergi Lebih Dulu ke Surga
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
18 Unit Huntara Terbangun dari Kayu Hanyutan Bencana
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Penutupan TPA Suwung di Bali Kembali Ditunda
• 11 menit lalubisnis.com
thumb
Harapan Mama Papua Saat Gibran Blusukan di Biak Numfor
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.