BUMN Rugi tapi Elit Minta Bonus, DPR: Ini Masalah Etika Kepemimpinan

merahputih.com
8 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang mengkritik keras jajaran elit BUMN, khususnya direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.

Menurut Rivqy, kritik Presiden Prabowo merupakan peringatan keras sekaligus koreksi moral terhadap tata kelola BUMN yang dinilai mulai menjauh dari nilai profesionalisme dan tanggung jawab publik.

“Presiden Prabowo menyuarakan kegelisahan rakyat. Tidak masuk akal, perusahaan merugi tapi elitnya tetap merasa berhak atas bonus. Ini bukan hanya soal keuangan negara, tapi soal etika kepemimpinan,” tegas Rivqy di Jakarta, Selasa (13/1).

Baca juga:

Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus

Ia menilai, praktik meminta tantiem di tengah kinerja buruk merupakan bentuk normalisasi kegagalan yang tidak boleh terus dibiarkan dalam pengelolaan BUMN.

“BUMN bukan perusahaan pribadi. Setiap rupiah yang hilang adalah uang rakyat. Kalau rugi, yang pertama dilakukan seharusnya introspeksi, bukan justru menuntut penghargaan,” lanjutnya.

Rivqy menekankan bahwa kemajuan BUMN mustahil tercapai tanpa keteladanan pimpinan. Profesionalisme, integritas, dan rasa tanggung jawab harus menjadi standar utama, bukan sekadar formalitas jabatan.

“BUMN tidak akan maju hanya dengan slogan transformasi. Ia butuh pemimpin yang berani bertanggung jawab, tahu malu ketika gagal, dan siap dievaluasi secara objektif,” ujarnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah

Sebagai mitra kerja Kementerian BUMN, Komisi VI DPR RI, kata Rivqy, akan terus mendorong reformasi tata kelola, evaluasi berbasis kinerja nyata, serta sistem remunerasi yang adil dan rasional.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan Presiden Prabowo bukan bertujuan melemahkan BUMN, melainkan memperkuat peran BUMN sebagai motor ekonomi nasional.

“Kritik Presiden Prabowo harus dijadikan momentum bersih-bersih. Yang profesional kita dukung, yang gagal tapi tak mau bertanggung jawab harus berani dievaluasi, bahkan diganti,” pungkas Rivqy. (Pon)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketika Imajinasi Menjadi Nyata: Robot Pandu Pesawat, Energi Fusi Bebas Karbon
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Terbukti Langgar Etik, Auditor KPK Istri Tersangka Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker Disanksi Berat
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Hadir di Pengukuhan empat Guru Besar, Wiranto: Kegigihan dalam Mendidik Anak Bangsa
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Ancam Tindakan Keras Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa di Tengah Gelombang Protes
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Kronologi Perundungan Mahasiswi PPDS FK Unsri
• 10 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.