PT Astra International Tbk (ASII) menghentikan lebih awal pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 2 triliun yang dimulai sejak 3 November 2025. Sedianya, aksi korporasi itu direncanakan berakhir pada 31 Januari 2026.
Namun, emiten otomotif itu memutuskan untuk mempercepat penghentiannya pada sesi kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1) kemarin. Penghentian dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan ASII untuk buyback saham tersebut.
"Di mana sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham," ungkap Corporate Secretary PT Astra International Tbk, Gita Tiffani Boer, dalam laporan keterbukaan informasi di BEI, Rabu (14/1).
Dijelaskan bahwa selama periode buyback saham yang berlangsung lebih dari dua bulan itu, perseroan telah membeli kembali saham ASII sebanyak 305.213.900 lembar dengan nilai keseluruhan Rp 1.999.999.829.789.
Sebelumnya, manajeman Astra menegaskan bahwa volume saham yang akan dibeli kembali perusahaan tidak akan melampaui ambang 20% dari total modal ditempatkan dan disetor. ASII juga menjamin bahwa setelah buyback usai, porsi kepemilikan masyarakat atau free float tetap terjaga di atas batas minimal 7,5% sesuai regulasi yang berlaku.
Untuk tujuan buyback tersebut, jumlah lembar saham yang bakal diserap pasar akan menyesuaikan dengan alokasi anggaran perseroan, yakni plafon tertinggi Rp 2 triliun. Angka tersebut murni untuk nilai saham, belum mencakup biaya transaksi perantara efek serta biaya administrasi terkait lainnya.
Manajemen ASII menyampaikan bahwa pendanaan aksi korporasi ini bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan. Perseroan memastikan tidak menggunakan instrumen pinjaman perbankan ataupun dana sisa hasil penawaran umum dalam membiayai langkah strategis yang diambil tersebut.
Perusahaan juga optimistis bahwa pembelian kembali saham ini tidak mengganggu kinerja usaha maupun pendapatan, lantaran posisi modal dan arus kas saat ini masih sangat mencukupi untuk mendanai buyback sekaligus membiayai ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Sebagai dampak dari pengurangan jumlah saham beredar tersebut, manajemen memperkirakan adanya penyesuaian pada rasio keuangan. Laba bersih per saham atau earning per share (EPS) perseroan diproyeksikan akan mengalami kenaikan menjadi Rp 605 dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp 606 per saham.
Pascapengumuman penghentian buyback tersebut, harga saham ASII terpantau merosot dari 7.300 pada penutupan perdagangan kemarin ke level 7.125 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi ini. Nilai saham terkoreksi 175 poin atau 2,40 persen.


