JAKARTA, KOMPAS.TV - Motor kehujanan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan. Hal ini ditegaskan Dennil Sagita, pendiri sekaligus pemilik bengkel Scooter VIP, yang mengingatkan bahwa air hujan bisa memicu berbagai masalah jika tidak segera dibersihkan.
Menurut Dennil, mencuci kendaraan setelah terkena hujan seharusnya menjadi kebiasaan, bukan hanya untuk sepeda motor, tetapi semua jenis kendaraan.
“Sebetulnya bukan hanya motor, semua kendaraan sebaiknya dicuci setelah terkena hujan. Air hujan itu kotor, dan kalau dibiarkan beberapa hari tanpa dibersihkan bisa menimbulkan efek, salah satunya jamur di bodi,” ujarnya mengutip Antara, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: NASA Bersiap Kirim Manusia ke Bulan Setelah Lebih dari 50 Tahun, Kapan Misi Artemis II Berangkat?
Ia menegaskan, waktu ideal mencuci motor paling lambat adalah keesokan harinya.
“Paling lama besoknya dicuci. Jangan biarkan air hujan terlalu lama mengendap, karena lama-lama bisa menimbulkan jamur dan karat,” ucapnya.
Jika tidak sempat mencuci secara menyeluruh, Dennil menyarankan langkah sederhana sebagai solusi sementara. Pemilik motor setidaknya mengguyur kendaraan dengan air bersih lalu mengelapnya menggunakan kain microfiber untuk menghilangkan sisa air hujan.
Namun, ia mengingatkan agar tidak sembarangan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi. Menyemprot langsung ke area mesin, terutama dari bagian bawah jok, berisiko menimbulkan masalah serius. Paparan air bertekanan dapat merusak injektor dan komponen sensitif lainnya.
Dalam jangka panjang, air hujan juga berpotensi memengaruhi sejumlah bagian motor, mulai dari sistem pengereman, pelek, knalpot, hingga kolong dan dek bagian bawah.
“Kalau dibilang langsung merusak, tidak. Tapi semuanya akan dijawab oleh waktu. Kalau dibiarkan, partikel kotor bisa menumpuk dan memicu masalah,” kata Dennil.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- sepeda motor
- perawatan motor
- motor kehujanan
- tips otomotif
- bengkel motor
- Scooter VIP




