PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) terkait rencana investasi strategis.
IDXChannel - PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) terkait rencana investasi strategis. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/1/2026).
PT Dwimukti Graha Kencana merupakan perusahaan yang bergerak di sektor restoran, kafe, bar, serta perdagangan. Perusahaan ini dikenal sebagai pengelola Desa Kitsune, sebuah kawasan lifestyle terpadu yang berlokasi di Canggu, Bali.
“MoU tersebut menjadi dokumen awal yang berisi komitmen umum para pihak, tahapan utama transaksi, serta ketentuan pelaksanaan yang akan diselesaikan melalui perjanjian definitif terpisah dan tunduk pada sejumlah prasyarat,” tulis perseroan, yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (14/1/2026)..
Sekadar informasi, Desa Kitsune berdiri di atas lahan sekitar 5.000 meter persegi dan dirancang dengan konsep desa modern. Model bisnis kawasan tersebut mengusung pendekatan experience based business dengan menggabungkan layanan food and beverage, ruang komunal, serta aktivitas pendukung gaya hidup. Konsep ini menyasar wisatawan dan konsumen dengan menawarkan ekosistem kuliner dan hiburan dalam satu area.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, SOTS berencana melakukan penyertaan modal ke DGK dengan sumber pendanaan yang berasal dari hasil rights issue. Jika rencana tersebut terealisasi, SOTS ditargetkan menjadi pemegang saham pengendali di DGK. Namun demikian, realisasi transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, perseroan merencanakan penerbitan hingga 1,37 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Namun, pelaksanaan rights issue tersebut saat ini masih ditunda. Jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang semula direncanakan pada 28 Januari 2026 diundur menjadi 31 Maret 2026.
Manajemen SOTS menegaskan bahwa MoU dengan DGK masih bersifat awal dan menjadi kerangka kerja sama. Transaksi final baru akan dilakukan setelah melalui proses uji tuntas serta dituangkan dalam perjanjian definitif. Oleh karena itu, pada tahap ini MoU tersebut belum memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Sebelumnya, saham SOTS mencatatkan pergerakan signifikan di pasar. Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), saham SOTS diperdagangkan di kisaran Rp4.020 per saham, meningkat lebih dari 24 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp3.220. Dalam periode satu bulan terakhir, saham SOTS tercatat naik sekitar 273 persen. Pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (14/1/2026), saham SOTS berada di Rp5.025 atau naik sekitar 25 persen pada pukul 11.26 WIB.
(Shifa Nurhaliza Putri)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5227889/original/088108400_1747826643-20250521-Tiang_Monorel-HER_6.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472435/original/066782700_1768366207-Sutiyoso.jpeg)
